|
Kerusuhan 13-14 Mei lalu rupanya menimbulkan kegelisahan pada pengurus Badan Komunikasi Penghayatan Kesatuan Bangsa (Bakom PKB). Organisasi bentukan pemerintah itu dinilai kurang berhasil menyatukan berbagai komponen bangsa di Indonesia, terutama antara warga keturunan Cina dan penduduk pribumi. "Padahal kerusuhan yang terjadi selama ini akibat friksi-friksi di masyarakat," ujar Rosita S. Noer, Ketua Bakom PKB.
Kegelisahan itu rupanya berlanjut. Dalam musyawarah nasional di Hotel Santika, Jakarta, pada 26-28 Oktober lalu, 21 pengurus provinsi Bakom PKB akhirnya sepakat mendirikan Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB), sebagai pengganti Bakom PKB. Apa yang baru dari FKKB? Yang baru betul, sih, tidak ada. Sebab lembaga ini, menurut Rosita, Ketua FKKB, akan mengembangkan konsep cinta tanah air, yang sebetulnya juga dikembangkan Bakom PKB. Bedanya, menurut Rosita, lembaga ini akan menjadi "rumah" bagi para politisi. "Mereka bisa bicara apa saja tanpa diembel-embeli kepentingan politik," katanya.
|