Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 10/XXIIIIIII/08 - 14 Desember 1998
   
Film

Ketika Nafsu dan Cinta Menghampiri...

Soderberg mempersoalkan cinta dan nafsu yang mampir di antara seorang polisi dan perampok bank. Bagaimana cinta bisa tumbuh tanpa mengalahkan etika profesi?

OUT OF SIGHT
Sutradara: Steven Soderberg
Skenario: Scott Frank, berdasarkan novel karya Elmore Leonard
Pemain: George Clooney, Jennifer Lopez
Produksi: Universal Pictures


Apa salahnya memiliki nafsu dan cinta? Tidak ada yang salah kalau itu terjadi di antara pasangan yang "tepat". Dan yang "tepat" bagi masyarakat, atau paling tidak bagi Marshall Sisco (Dennis Farina), sang ayah, bekas polisi yang protektif terhadap putrinya semata wayang, Karen Sisco, adalah: jangan jatuh cinta kepada perampok bank. Apa boleh buat, sang putri, Karen (Jennifer Lopez), seorang polisi yang memburu perampok bank kawakan Jack Foley (George Clooney), justru jatuh cinta kepada lelaki berwajah tampan ini (dan siapa yang tidak?).

George Clooney dalam bentuk apa pun—dokter anak serial televisi E.R.; superhero berbaju kulit dalam Batman; duda beranak satu yang jatuh cinta dalam film One Fine Day, atau sebagai perampok bank berwajah kumuh maupun berbaju kumuh dalam film ini—akan selalu menampilkan sinar mata yang penuh daya sihir. Dan apa pun yang terjadi, seorang polisi perempuan yang gagah dan garang sekalipun akan mudah sekali runtuh hanya oleh sekelebat senyumnya.

Syahdan, Karen, yang kebetulan melihat peristiwa pelarian sekelompok narapidana dari penjara—yang dikepalai oleh Foley—sebetulnya adalah "korban" penculikan Foley. Dengan memasukkan Karen ke dalam bagasi mobil, Foley cukup menyentuh punggung Karen dengan ujung jarinya, dan "setrum" itu pun terjadi. Polisi dan penjahat itu lantas saja berbincang mengenai film-film yang mereka sukai. Sudah jelas, mereka sama-sama tertarik. Dan adegan ini semua, sekali lagi, terjadi di dalam bagasi mobil.

Film yang dibuat berdasarkan novel Elmore Leonard itu—setelah novelnya berjudul Get Shorty dan Jacky Brown difilmkan dengan sukses—sekilas seperti sebuah film kejar-kejaran antar polisi dan penjahat konvensional. Namun sesungguhnya ini adalah sebuah kisah cinta yang berbeda. Sutradara Steven Soderberg—melejit karena Sex, Lies and Videotape yang menang dalam Festival Film Cannes—memang selalu mempersoalkan bagaimana kompleksnya hubungan antara cinta dan nafsu. Meski berbeda dari gaya dokumenter film Sex, Lies and Videotape yang menampilkan tema hubungan antarmanusia yang melibatkan emosi, kebohongan, dan hubungan seksual, film Out of Sight lebih menekankan hubungan sepasang manusia yang—secara tak sengaja—bertemu, dengan profesi yang berlawanan, dan tak kuasa menahan api yang membara di balik dadanya.

Adegan yang paling sensual dari seluruh film justru bukan adegan tempat tidur atau seks dalam arti sentuhan fisik, tetapi justru adegan percakapan Karen dan Foley di meja kafe setelah mereka—secara resmi—sibuk saling mengejar. Mereka saling mengancam meski juga bertukar pandang mengirim hasrat dan cinta. Mereka tahu, suatu hari profesi yang disandangnya akan memaksa mereka berhadapan sebagai musuh. Tetapi hari itu, hanya hari itu, mereka memutuskan ingin menjadi manusia biasa yang bebas bercinta dan melepas segala atribut yang disandangnya.

Adegan ini mengingatkan pada sebuah adegan legendaris dalam film Heat, yang menampilkan Al Pacino—berperan sebagai polisi—dan Robert de Niro, yang berperan sebagai perampok bank. Kedua aktor kawakan ini juga dihadapkan dalam sebuah adegan perbincangan di sebuah kafe. Mereka saling mengancam dalam bahasa yang sangat beradab dan sopan, dan mereka tahu suatu hari mereka akan terpaksa berhadapan sebagai sepasang musuh. Salah satu akan harus kalah, karena hukum alam telah menggariskan demikian.

Dalam resep Hollywood, perampok bank, seganteng apa pun, harus kalah. Robert de Niro tumbang dihajar gedoran peluru Al Pacino setelah adegan kejar-kejaran yang sangat dramatis. Dalam Out of Sight, novelis Leonard Elmore berpihak pada nafsu dan cinta. Meski Karen pada akhirnya harus menembak "sang kekasih" (cuma kakinya, kok; namanya juga antara "cinta" dan "profesi") pada saat Foley merampok segenggam intan, adalah Karen yang menyediakan diri untuk mengantar Foley ke penjara (apa saja, asal tetap dekat padanya). Dengan humor, dengan sikap santai dan bersahaja, Soderberg memperlihatkan: cinta dan nafsu tetap sah untuk hidup. Dalam bentuk apa pun dan kepada siapa pun.

Leila S. Chudori


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

50 Persen Irigasi di Jawa Barat Rusak - 24 Jul 2008 | 11:50 WIB
MUI Sumatera Selatan Desak Revisi Perda Maksiat - 24 Jul 2008 | 11:34 WIB
Korban Tewas Danau Sunter Dibuang Hidup-hidup - 24 Jul 2008 | 11:12 WIB
Jaksa Sidik Pengadaan Interior PON - 24 Jul 2008 | 11:03 WIB
Imam Besar Mekah dan Madinah Kunjungi Jusuf Kalla - 24 Jul 2008 | 10:45 WIB
Presiden Resmikan Laboratorium Penelitian Padi - 24 Jul 2008 | 10:39 WIB
Sembilan Pemantau Pada Pemilihan Sumatera Selatan - 24 Jul 2008 | 10:11 WIB
Tabrakan Beruntun di Tol Simatupang - 24 Jul 2008 | 09:49 WIB
Bapepam-LK Umumkan Dua Nama Calon Komisaris BEI - 24 Jul 2008 | 07:56 WIB
Hari Ini Lima Demonstrasi di Jakarta - 24 Jul 2008 | 07:27 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data