Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 11/XXIIIIIII/15 - 21 Desember 1998
   
Internet

Mencari Gelar Lewat Internet

Kursus di lembaga pendidikan luar negeri yang memulai tahun ajaran barunya bulan depan bisa pula diikuti lewat internet. Tapi gelar yang didapat mesti disetarakan dulu.

MAU belajar ke luar negeri? Beberapa pekan lagi lembaga-lembaga pendidikan luar negeri, terutama Amerika Serikat, bakal mengawali pelajaran baru. Mulai sekarang, pendaftaran sudah dibuka. Ketika dolar masih terlalu mahal, kenapa tak mempertimbangkan pendidikan dari lembaga pendidikan luar negeri melalui internet saja? Kursus melalui dunia maya tentu lebih irit dibandingkan dengan belajar langsung di negeri asalnya. Tak ada pengeluaran untuk makan atau penginapan dalam dolar. Kalau Anda sudah bekerja, itu pun masih terus bisa dilakukan.

Itu pula sebabnya Inge Maskun, account director biro iklan ADVIS, seperti ketagihan belajar lewat internet. "Saya suka karena tetap bisa bekerja. Kalau punya waktu lebih, saya akan mengambil lanjutannya,?? kata Inge. September-Desember 1997 silam, alumni Jurusan Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini mengikuti kursus tentang Introduction to Screen Writing yang diselenggarakan Universitas California Los Angeles (UCLA). "Karena selama ini saya menulis untuk iklan, saya ingin mengembangkan kemampuan menulis ke dunia film," bekas manajer umum biro iklan Cabe Rawit ini menyebut alasannya mengikuti kursus.

Inge bercerita, UCLA punya banyak pilihan program, yang terbagi sesuai dengan musim pelajaran. Ada pelajaran khusus untuk musim dingin, panas, semi, dan gugur. Peminat tinggal memilih bidang yang akan ditekuni, misalnya psikologi, seni, atau film. Program belajar jarak jauh yang diikuti Inge berlangsung selama 12 pekan. Biayanya US$ 425. Sedangkan cara belajarnya mirip sistem yang dianut Universitas Terbuka di sini, yakni korespondensi. Bedanya, kursus yang diikuti Inge dilakukan secara on-line.

Kursus on-line tentu saja tak hanya ditawarkan UCLA. Dewasa ini banyak homepage (situs internet) yang menyediakan layanan kursus internet. Coba saja telusuri mesin pencari Yahoo!. Di sini disodorkan tak kurang dari 365 kategori dan 2.938 bilik tentang kursus semacam itu. Bidang studi yang ditawarkan pun beragam, antara lain seni, bahasa, dunia internet, ilmu pengetahuan terapan, ekonomi dan bisnis, dan psikologi.

Seandainya mau mencoba tempat kursus yang lebih dekat, katakanlah di kawasan Asia, bisa mencari melalui mesin pencari Yahoo Asia. Isikan saja kata kunci "course education" pada kolom search, lalu klik. Tak lama kemudian, akan muncul dua kategori dan 105 bilik. Tapi, dari sekian banyak bilik penyedia kursus itu, tidak semua bisa diikuti. Soalnya, ada sebagian di antaranya yang cuma berisi informasi tentang program kursus yang mesti diikuti langsung (datang ke tempatnya), misalnya kursus mendaki gunung atau kursus menyelam (diving). Maklum, bidang-bidang beginian menuntut praktek lapangan.

Proses pendaftaran dan pendidikan kursus lewat jaringan global tergolong mudah dan cepat. Calon peserta tinggal mengisi formulir pendaftaran, memenuhi syarat-syarat, membayar biaya, dan aktif mengikuti pelajaran. Soal biaya, ada yang mahal, tapi ada juga yang berdiskon, bahkan gratis. Enaknya lagi, semua orang bisa mendaftar pada program itu kapan saja karena layanannya 24 jam. Hanya, harap diperhatikan, untuk kursus yang diselenggarakan oleh universitas atau college, waktunya dimulai berbarengan dengan tahun ajaran baru. Dan tahun ajaran baru yang berlaku adalah sistem internasional yang dimulai pada Januari nanti.

Kursusnya sendiri cukup intensif karena setiap kelas (satu angkatan) dibatasi hanya untuk 20 orang. Seperti pada kursus atau pendidikan reguler lainnya, selain mendapat pelajaran teori, peserta harus mengerjakan tugas-tugas. Tugas-tugas itu dinilai setiap minggu dan didiskusikan. Di akhir program, biasanya ada tugas akhir. Setelah lulus ujian, peserta akan mendapatkan sertifikat.

Tapi sertifikat ini, menurut Direktur Perguruan Tinggi Swasta Joetata Hadihardjaja, harus disetarakan ke Direktorat Penyetaraan dan Sarana Akademik (PSA) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. "Kalau tidak tersetarakan, gelar itu tidak boleh dipakai," kata Joetata.

Wicaksono, Dwi Arjanto



Info Grafis:

Belajar Melalui Internet

Penyelenggara

URL

Program

University of California Los Angeles--UCLA (AS)

www.ucla.edu

71 program: bisnis, bahasa, film, komputer, hukum, psikologi, dll.

Dakota State University (AS)

course.dsu.edu/disted/course.htm

Komputer, bisnis, psikologi

Red Deer College (Kanada)

www.rdc.ab.ca/

Bisnis dan layanan masyarakat

PELC (Hong Kong)

peelc/hypermart.net/

Bahasa Inggris

Central Japanese Language School (Jepang)

www.02.so-net.jp/

Bahasa Jepang


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Pensiunan Gugat PT Telkom Indonesia Rp 56 Miliar - 25 Jul 2008 | 09:57 WIB
Kejaksaan Periksa Perusahaan Terkait Alat Tes Flu Burung - 25 Jul 2008 | 09:52 WIB
Penahanan dan Penggeledahan PT Pos Mendesak - 25 Jul 2008 | 09:46 WIB
Korban Taksi Maut di Jalan Tol Bertambah - 25 Jul 2008 | 09:18 WIB
Jamaah Haji Beresiko Tinggi Alami Gangguan Kesehatan Dapat Kartu Kendali - 25 Jul 2008 | 08:51 WIB
Indeks Diperkirakan Terus Melaju - 25 Jul 2008 | 08:37 WIB
Investasi di Kawasan Industri Kariangau Belum Capai Target - 25 Jul 2008 | 08:34 WIB
Waktu menonton Televisi menurunkan fungsi Retina Anak - 25 Jul 2008 | 08:28 WIB
Jakarta Cerah di Pagi Hari, Mendung Menjelang Sore - 25 Jul 2008 | 07:29 WIB
Pemerintah Paksa Pelanggan Bisnis Berhemat - 25 Jul 2008 | 01:26 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data