|
Saya ingin mengoreksi artikel TEMPO edisi 1-7 Desember 1998, halaman 62, berjudul Langkanya Guru Autisme, pada kalimat "? Akademi Terapi Wicara?sampai sekarang inilah satu-satunya lembaga yang menyediakan guru autisme?."
Perlu saya sampaikan bahwa di Jakarta dan di beberapa kota lain di Indonesia telah berdiri lembaga atau sekolah yang menyelenggarakan pengajaran bagi penyandang autisme dan menyediakan guru atau terapis dengan metode berbeda. Bahkan, lembaga-lembaga tersebut telah menyelenggarakan pengajaran autisme sebelum Akademi Terapi Wicara memulai kegiatannya.
Satu lagi, sebaiknya digunakan istilah "penyandang autisme", bukan "penderita autisme", bagi anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan autisme.
Dr. Rudy Sutadi, D.S.A. Wakil Ketua Yayasan Autisme Indonesia Jakarta
|