Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 14/XXIIIIIII/05 - 11 Januari 1999
   
Kritik

Irak vs AS

Di mata Amerika Serikat, Inggris, serta negara Eropa pada umumnya, Saddam Husein (Irak) diposisikan sebagai teroris tingkat dunia yang layak diberi hukuman setiap saat mereka suka.

Mungkin tidak hanya Saddam, juga seluruh warga Irak, menurut kaca mata AS, Inggris, dan masyarakat Eropa umumnya, adalah suatu komunitas penghasil teroris kelas dunia yang membahayakan masyarakat dunia.

Anehnya, dari Irak tidak pernah terdengar adanya bentrok agama antara penduduk Irak yang mayoritas Islam dan penduduk Irak yang beragama Kristen (minoritas). Padahal, Irak merupakan komunitas teroris menurut kacamata Barat.

Pembantaian etnis justru terjadi di negara-negara yang konon paling peduli teradap hak azasi, seperti pembantaian umat Islam di Bosnia yang dilakukan tentara Serbia, pembantaian muslim Chechnya, juga pembantaian etnis Albania yang beragama Islam di Kosovo.

Di Irak, minoritas Kristen (berjumlah 750 ribu jiwa dari total 22 juta jiwa) hidup damai dan tenteram. Gereja mereka juga terlindungi dengan baik. Kalau toh terjadi kerusakan parah terhadap gereja umat Kristen di Irak, itu akibat pengeboman yang dilakukan oleh AS dan Inggris baru-baru ini. Jadi, gereja-gereja itu dihancurkan oleh orang Kristen (AS dan Inggris) dan bukan oleh warga Irak beragama Islam.

Pandangan serupa juga tertuju kepada Yasser Arafat (Palestina). Bagi AS dan masyarakat Barat pada umumnya, Yasser Arafat dan warga Palestina adalah komunitas yang membahayakan kepentingan Barat dan kelangsungan perdamaian dunia. Anehnya, di Palestina pun kehidupan antarumat baik-baik saja. Tidak pernah terdengar adanya bentrok antaragama. Warga Palestina beragama Islam dan Kristen hidup berdampingan secara damai. Bahkan isteri Yaser Arafat beragama Kristen. Di negara yang dicap teroris itu, justru tidak pernah terjadi tindakan pembantaian terhadap warga Kristen oleh warga Islam.

Jadi, yang sesungguhnya layak dicap bangsa teroris bukanlah Irak atau Palestina, tetapi AS, Inggris, dan masyarakat Eropa pada umumnya, juga Israel. Apalagi, dari tangan mereka selalu lahir kebijakan-kebijakan yang membuat kehidupan mondial jadi susah.

BAMBANG AGUS SETIADJI, S.E.

Jalan Mustika Jaya No. 17

Rawamangun - Jakarta Timur 13220


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Trendi Berkampanye Secara Estafet - 25 Jul 2008 | 20:24 WIB
Kalla Minta Direksi Merpati Dirombak - 25 Jul 2008 | 19:34 WIB
Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
Dua Desa di Parigi Terendam Banjir - 25 Jul 2008 | 18:41 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data