Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 15/XXIIIIIII/12 - 18 Januari 1999
   
Album

Pergantian

JAKSA Agung Andi Muhammad Ghalib, Kamis pekan lalu, melantik Havid Abdul Latief sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat. Bersamaan dengan itu, Barman Zahir, Juru Bicara Jaksa Agung Andi M. Ghalib, juga digantikan oleh R.J. Soehandoyo. Setelah menjadi Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kejaksaan Agung, Barman dipromosikan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Sementara itu, Kolonel Gorries Mere resmi dilantik menjadi Komandan Resimen Taruna dan Siswa di Akademi Kepolisian Semarang. Sebelumnya, Gorries menjabat Kepala Direktorat Reserse di Polda Metro Jaya.


Meninggal


GURU besar pertama ilmu gizi di Institut Pertanian Bogor, Prof. Sahardjo, meninggal dunia pada usia 60 tahun. Jumat pekan lalu, jenazah almarhum dimakamkan di tempat pemakaman umum Blender, Bogor. Staf Ahli Menteri Pangan Bidang Gizi itu meninggalkan seorang istri dan empat anak.


DI Amsterdam, Belanda, pelukis tiga jaman, Basuki Resobowo, 82 tahun, mengembuskan napas terakhir. Jenazahnya dikremasi di pemakaman Westgarde, Amsterdam, Senin pekan ini. Bung Bas, demikian panggilannya, seangkatan dengan penyair Chairil Anwar. Ia menjadi pelukis sejak masa penjajahan Belanda, Jepang, dan Republik Indonesia. Ia juga melakoni kehidupan politik pada zaman Lekra sampai masa keterasingannya sejak tahun 1965 di Belanda.

Bertahun-tahun Bas tinggal di sebuah kelder (ruang bawah tanah) berukuran 4 x 4 meter di Amsterdam. Di situ ia terus melukis, juga menerima kunjungan rekan-rekannya dari Indonesia. Pernah beberapa temannya mau memberi satu kursi baru dan membersihkan lantai sarang samsara-nya itu. Namun Bas menolak dan berucap, "Nanti aku malah tidak melukis, duduk saja, seperti borjuis."

Sesungguhnya bukan cuma itu. Bas tak tahu persis kapan dan di mana ia dilahirkan. Ayahnya seorang Jawa tulen asal Purworejo, yang menjadi mantri ukur di kawasan transmigrasi di Lampung. Ibunya pernah bertutur bahwa Bas dilahirkan di sebuah kuburan di Desa Baturaja, Palembang. Itu sebabnya, otobiografinya menggunakan judul sajak Bulan di Atas Kuburan karya Sitor Situmorang.

Tak hanya melukis, Bas menulis masalah budaya dan politik. Berbagai naskah itu dibiayai dan diedarkannya sendiri. Tahun lalu, ia sempat mengunjungi Indonesia, yang lama ditinggalkannya. Hari-hari terakhir kegigihan hidup dan keyakinan politik dirajutnya di panti jompo. Bas meninggalkan seorang anak perempuan dan istri yang telah dicerainya.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Pensiunan Gugat PT Telkom Indonesia Rp 56 Miliar - 25 Jul 2008 | 09:57 WIB
Kejaksaan Periksa Perusahaan Terkait Alat Tes Flu Burung - 25 Jul 2008 | 09:52 WIB
Penahanan dan Penggeledahan PT Pos Mendesak - 25 Jul 2008 | 09:46 WIB
Korban Taksi Maut di Jalan Tol Bertambah - 25 Jul 2008 | 09:18 WIB
Jamaah Haji Beresiko Tinggi Alami Gangguan Kesehatan Dapat Kartu Kendali - 25 Jul 2008 | 08:51 WIB
Indeks Diperkirakan Terus Melaju - 25 Jul 2008 | 08:37 WIB
Investasi di Kawasan Industri Kariangau Belum Capai Target - 25 Jul 2008 | 08:34 WIB
Waktu menonton Televisi menurunkan fungsi Retina Anak - 25 Jul 2008 | 08:28 WIB
Jakarta Cerah di Pagi Hari, Mendung Menjelang Sore - 25 Jul 2008 | 07:29 WIB
Pemerintah Paksa Pelanggan Bisnis Berhemat - 25 Jul 2008 | 01:26 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data