Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 16/XXIIIIIII/19 - 25 Januari 1999
   
Investigasi

Harga Ekologis Penambangan Freeport

Berikut ini adalah berbagai kegiatan Freeport dari Puncak Carstensz sampai Pelabuhan Amamapare di Laut Arafura. Dan juga dampaknya yang telah dan akan terjadi (kecuali ada penemuan teknologi yang sangat maju untuk mereduksi dampak, misalnya teknologi pencemaran udara atau kebisingan, sehingga dampak negatif nya menjadi nol).

Lokasi

Kegiatan

Dampak

Danau Wanagon

A. Penimbunan dengan tailing

B. Longsornya 190 ribu ton tailing meluap ke Sungai Wanagon

Musnahnya ekosistem Danau Alpin, hilangnya spesies ikan, dan DAS (daerah aliran sungai) Wanagon tercemar logam berat tembaga, merkuri, dan seng

DAS Kamora, Ajkwa, Minajerwi, dan Mawarti (KAMM)

A. Pembuangan tailing 17 ribu ton perhari

B. Masuknya air asam tambang ke DAS KAMM

Rusaknya ekosistem hutan pegunungan sampai hutan bakau Brugueira dan hutan rawa.

Larutnya logam dalam limbah ke dalam air sungai karena asam sulfat

Estuaria dan Laut Arafura

Pembuangan limbah pelabuhan sampai ceceran minyak dari kapal

Perairan tercemar logam.

Pendangkalan sungai karena sedimentasi tailing halus. Bioakumulasi pada ikan sembilang, kakap, lele, ekor garpu, dll.

 

 

Carstensz, Grasberg, dan Erstberg

Open pit

Mencairnya tudung es abadi.

Rapuhnya tanah dan batuan yang bisa menyebabkan longsor besar.

Polusi udara, cerukan gunung. Pemanasan kawasan Puncak Jayawijaya

Kota-kota baru (Kuala Kencana, Kwamki Baru, Tembagapura)

Pembuangan limbah cair, limbah domestik (rumah tangga),

asap, dan kebisingan

Pencemaran tanah, air, dan udara kawasan Timika dan sekitarnya

PLTU di Pelabuhan Amamapare

Pembuangan emisi gas buang.

Pembuangan limbah panas PLTU

Udara di kawasan Amamapare tercemar SO4 (sulfat) dan NO2 (nitrat).

Penurunan gas dan oksigen terlarut dalam air

Perbatasan ekosistem Taman Nasional Lorentz

Limpahan air akibat masuknya tailing ke DAS KAMM

Musnahnya jenis pohon Gymnospermae (kelas tanaman berbiji dengan biji tidak terbungkus dalam ovarium, contohnya pinus dan cemara) di zone subalpin, dan hutan campuran di zone pegunungan

Ancaman terhadap flora fauna endemik seperti buaya muara, dingiso (kanguru pohon), dan penyu.



 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
Dua Desa di Parigi Terendam Banjir - 25 Jul 2008 | 18:41 WIB
Meski Kemarau, Kalimantan Tengah Diguyur Hujan - 25 Jul 2008 | 18:33 WIB
BPK Puas pada Laporan Keuangan Badan Intelijen - 25 Jul 2008 | 18:31 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data