Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 01/XXIIIIIIII/09 - 15 Maret 1999
   
Investigasi

Zamrud Alam Teluk Tomini

Geografi

Terletak di Teluk Tomini, Kepulauan Togean masuk dalam wilayah Kabupaten Poso. Kepulauan cantik ini terdiri atas 25 pulau besar dan 31 pulau-pulau kecil. Seluruhnya meliputi kawasan seluas 775 kilometer persegi. Sekitar 27.000 penduduknya bermukim di 37 desa, memberikan kekayaan seni dan peri hidup etnis: Bobongko, Togean, Suluan, dan Bajau.

Terbentuk dari aktivitas vulkano, kepulauan itu ditutupi oleh hutan tropis yang menggoda dan dikelilingi oleh terumbu karang yang kuno. Baik ekosistem darat maupun lautnya dipenuhi dengan satwa alam yang eksotis?sebagian besar merupakan satwa langka yang dilindungi.

Kekayaan Hayati

Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi yang paling kaya dalam soal keragaman ekosistem: ekosistem air tawar, hutan pantai, hutan tropis, laut, sumber air panas, dan ekosistem hutan bakau (mangrove).

Jenis ekosistem tadi terkandung dalam dua taman nasional: Taman Nasional Lore Lindu dan Taman Nasional Morowali.

Sulawesi Tengah juga kaya akan keragaman hayati: 73 persen dari spesies burung dan mamalia Sulawesi terdapat di provinsi ini.

Dan Togean, yang belum diajukan sebagai taman nasional, merupakan konsentrasi paling kaya bagi keragaman hayati itu.

Salah satu "atraksi" paling menarik di sini adalah menyelam berkeliling menikmati salah satu terumbu karang yang paling beragam di dunia, tempat 200 spesies karang memberikan habitat bagi ratusan makhluk alam laut yang fantastis. Hutan tropis di salah satu pulaunya, Pulau Malenge, berisikan setidaknya 69 spesies burung, babi rusa, dan kuskus.

Wisatawan

Sebelum krisis moneter, perkembangan pariwisata Sulawesi Tengah cukup baik, dengan peningkatan sekitar 33,46 persen setiap tahunnya. Namun, secara absolut, jumlah wisatawan sekitar 20.000 orang per tahun itu relatif kecil daripada Sulawesi Utara maupun Selatan.

Dalam dua tahun terakhir Togean menjadi primadona wisata Sulawesi Tengah. Pada 1996 tercatat jumlah kenaikan wisawatan yang sangat tajam, menjadi 3.000?3.500 orang, dari hanya sekitar 1.800 orang pada tahun sebelumnya.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Pemerintah Diminta Naikkan Cukai Rokok - 25 Jul 2008 | 20:29 WIB
Trendi Berkampanye Secara Estafet - 25 Jul 2008 | 20:24 WIB
Kalla Minta Direksi Merpati Dirombak - 25 Jul 2008 | 19:34 WIB
Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data