Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 01/XXIIIIIIII/09 - 15 Maret 1999
   
Investigasi

"Model Bagi Proyek Serupa"

PENGHARGAAN dari British Airways untuk jaringan ekowisata Togean boleh disebut sebagai suatu kejutan. Soalnya, hampir tiada yang menyangka, negeri yang sedang rusuh ini ternyata masih sangat layak dikunjungi wisatawan. Berikut petikan wawancara Tempo dengan Hugh Somerville, kepala bidang lingkungan maskapai penerbangan Inggris yang menganugerahkan penghargaan itu. Petikannya.




Apa dasar pertimbangan utama panitia sehingga menetapkan jaringan ekowisata Togean sebagai penerima salah satu penghargaan?

Keunggulannya terletak pada keterlibatan komunitas setempat dan komitmen mereka yang cukup kuat dalam pengembangan wawasan lingkungan secara luas dan tingkat relevansi daerah yang bersangkutan untuk menjadi model bagi pengembangan proyek serupa di daerah lain.


Bentuk partisipasi masyarakat seperti apa yang menjadi patokan dewan juri?

Bisa dalam bentuk individu, misalnya sukarelawan yang membantu pengelolaan wisata.


Apakah Anda menemukan bentuk partisipasi semacam itu di Togean?

Togean adalah sebuah contoh yang baik dari kerja sama atau partisipasi masyarakat setempat. Sebagaimana Anda ketahui, pengelola daerah wisata di Togean dan masyarakat sekitarnya bekerja dalam kondisi yang cukup sulit.


Ironisnya, wilayah itu belakangan tidak luput dari incaran pengusaha HPH yang bakal membuka hutan. Apa tanggapan Anda?

Saya pikir ancaman seperti yang Anda utarakan ini bisa menjadi persoalan. Kami berharap, pemberian penghargaan ini akan menghambat atau mengerem tindakan pembangunan yang tidak bertanggung jawab terhadap lokasi itu dan sekaligus memperkuat dukungan terhadap para perencana lokal.


Apakah Anda pernah menemui persoalan serupa di daerah lain?

Secara umum dunia pariwisata selalu menghadapi persoalan dengan motivasi komersial. Apa yang kami lakukan dengan memberikan penghargaan ini adalah agar banyak pihak turut memikirkan upaya membangun lokasi wisata berkesinambungan atau tidak merusak lingkungan. Jadi bukan cuma memikirkan cara mencetak keuntungan komersial.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Hong Kong Wajibkan Label Produk Impor - 24 Jul 2008 | 20:46 WIB
DPR akan Bertemu Pimpinan KPK - 24 Jul 2008 | 20:35 WIB
Subsidi Pertanian 2009 Bakal Naik - 24 Jul 2008 | 20:17 WIB
Keluarga Yakin Jika Nanik Dibunuh Ryan - 24 Jul 2008 | 20:07 WIB
Djoko Suprapto Masih Jalani Pemeriksaan - 24 Jul 2008 | 19:54 WIB
BLT Bojonegoro Dicairkan Besok - 24 Jul 2008 | 19:49 WIB
Pasangan Karsa Unggul di Jombang - 24 Jul 2008 | 19:34 WIB
Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count - 24 Jul 2008 | 19:27 WIB
Kasus Alih Kawasan BSD Diselidiki - 24 Jul 2008 | 19:15 WIB
Dada Janji Bangun Stadion Persib - 24 Jul 2008 | 19:14 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data