|
|
| |
Edisi. 06/XXIIIIIIII/13 - 19 April 1999
|
| |
|
Daftar berita Investigasi
|
|
Keruhnya Swastanisai PAM Jaya
Di Indonesia, swastanisasi berubah menjadi semacam matra ajaib untuk menyelesaikan banyak hal. Tapi, di PAM Jaya, urusan ini sudah runyam bahkan sejak awal. Kolusi, dan nepotisme Keluarga Cendana pekat mewarnai. Jika diteruskan, negara merugi Rp 1,33 lebih, atau konsumen tercekik ketat.
|
|
Mahal-Murah Air Partikelir
Penswastaan badan-badan usaha daerah sebetulnya efektif dari segi kompetisi servis jasa kepada konsumen, sejauh dilakukan secara bersih—sesuatu yang tidak tercermin dalam proses penswastaan PAM Jaya.
|
|
PAM Jaya dan Harga Sebuah Kolusi
Di banyak negara, swastanisasi akan menguntungkan konsumen: pelayanan yang lebih baik dan tarif yang lebih murah. Tapi, tidak di Indonesia, khususnya dalam swastanisasi pelayanan air minum PAM Jakarta Raya. Seperti dalam kasus swastanisasi PLN, PAM Jaya harus menanggung kerugian sedikitnya Rp 1,33 triliun selama lima tahun ke depan. Sementara itu, kualitas pelayanan kepada konsumen tidak juga meningkat.
|
|
Sulitnya Mencari Setetes Air Bersih
Air bersih ternyata masih menjadi barang mewah di Jakarta, meski kampiun Prancis dan Inggris sudah diusung ke sini.
|
|
"Kami Terikat Perjanjian"
|
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
20/XXXVII/07 - 13 Juli 2008

|
|
| |
|
|
|
|