Susahnya Mengunjungi Tetangga Rencana kepergian Presiden ke Timor Loro Sa’e ditanggapi seimbang oleh responden. Sebagian besar respoden yakin negara baru itu akan menjadi tetangga yang manis. |
BAYANGKAN sebuah panggung yang sederhana dan umbul-umbul yang seadanya di Dili. Bayangkan bendera merah dengan segi tiga hitam dan kuning berhias bintang putih itu berkibar, dengan bayangannya jatuh di deretan kaki-kaki para tokoh internasional seperti Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan dan mantan Presiden AS Bill Clinton. Bayangkan Presiden Xanana Gusmao dengan janggut perak berkilau meluncurkan pidato kemerdekaan Timor Loro Sa’e dengan suaranya yang serak. Dan bayangkan pula jika Presiden Republik Indonesia, kepala negara dari negara yang begitu besar, absen dalam pesta akbar negara tetangganya. Apa kata dunia?
Toh, telah dilakukan persiapan keberangkatan Presiden Megawati ke pesta kemerdekaan Republik Demokratik Timor Leste, 20 Mei nanti. Sejak April lalu, Megawati telah memerintahkan fraksinya di DPR dan MPR untuk memberikan dukungan penuh bila ia memutuskan untuk pergi. Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Susilo Bambang Yudhoyono, pun memastikan Presiden akan berangkat kecuali jika berhalangan.
Sebenarnya pemerintah sendiri belum memberi keterangan resmi. Padahal pesta itu akan digelar Senin depan. ”Saya akan menyampaikan keputusannya minggu depan,” kata Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda, Rabu lalu.
Sementara itu, seruan supaya menampik undangan tersebut masih cukup keras. Salah satu yang menentang kedatangan Megawati ke Timor Leste adalah Komisi I DPR. Mereka meminta Presiden agar tidak berangkat. ”Suasana psikologis belum mengizinkan,” kata Ketua DPR Akbar Tandjung. Jika presiden ngotot berangkat, ”Silakan saja,” kata Akbar. Sementara itu, menurut Ketua MPR Amien Rais, Indonesia cukup mengirimkan Menteri Luar Negeri saja.
Polemik itu nyaris sama dengan pendapat responden TEMPO pekan ini. Jumlah responden yang setuju dan yang menolak kunjungan itu nyaris sama. Lebih dari se-paruh (55 persen) responden mendukung kepergian Presiden Megawati. Menurut mereka, kunjungan itu menjadi pembuka hubungan baik antarkedua negara. Selain itu, nama baik Indonesia akan pulih dari hujan kecaman setelah terjadinya kerusuhan pascajajak pendapat tiga tahun lalu.
Sementara itu, responden yang menolak (45 persen) khawatir kepergian Presiden akan menyinggung kelompok prointegrasi. Selain itu, masih banyak urusan dalam negeri yang lebih penting ketimbang memikirkan Timor Leste. Namun sebagian besar responden (66 persen) percaya bahwa negara baru itu akan menjadi tetangga yang manis bagi Indonesia.
Agung Rulianto
| Apakah Anda setuju Presiden Megawati hadir pada acara proklamasi kemerdekaan Timor Loro Sa’e? | | Setuju | 55% | | Tidak setuju | 45% | | | | Jika ya, apa alasan Anda?* | | Membuka hubungan baik antarkedua negara | 54% | | Mengembalikan nama baik Indonesia di dunia internasional | 48% | | Kita harus melupakan masa lalu | 32% | | Pengakuan Timor Loro Sa’e sebagai negara merdeka dan berdaulat | 29% | | Menghapus kesalahan kita di masa lalu | 26% | | *Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban. | | | | Jika tidak, apa alasan Anda?* | | Masih banyak urusan dalam negeri yang lebih mendesak | 50% | | Melecehkan kelompok prointegrasi | 41% | | Membuka luka lama | 38% | | Dukungan TNI terhadap pemerintah akan melemah | 28% | | Masalah pengungsi Timor Timur belum rampung | 26% | | *Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban. | | | | Apakah Anda yakin kunjungan Presiden bisa memberikan rapor positif bagi pemerintahan Megawati? | | Yakin | 54% | | Tidak yakin | 46% | | | | Apakah Anda percaya Timor Loro Sa’e bisa menjadi tetangga yang bersahabat bagi Indonesia? | | Ya | 66% | | Tidak | 34% | | |
Metodologi jajak pendapat :
Jajak pendapat ini dilakukan oleh Majalah TEMPO bekerja sama dengan Insight. Pengumpulan data dilakukan terhadap 519 responden di lima wilayah DKI pada 3-7 April 2002. Dengan jumlah responden tersebut, tingkat kesalahan penarikan sampel (sampling error) diperkirakan 5 persen. Penarikan sampel dikerjakan melalui metode acak bertingkat (multi-stage random sampling) dengan unit kelurahan, rukun tetangga, dan kepala keluarga. Pengumpulan data dilakukan lewat kombinasi antara wawancara tatap muka dan wawancara melalui telepon.
Independent Market Research
Tel: 5711740-41, 5703844-45 Fax: 5704974
|