Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 11/XXXI/13 - 19 Mei 1999
   
Monitor

Susahnya Mengunjungi Tetangga

Rencana kepergian Presiden ke Timor Loro Sa’e ditanggapi seimbang oleh responden. Sebagian besar respoden yakin negara baru itu akan menjadi tetangga yang manis.

BAYANGKAN sebuah panggung yang sederhana dan umbul-umbul yang seadanya di Dili. Bayangkan bendera merah dengan segi tiga hitam dan kuning berhias bintang putih itu berkibar, dengan bayangannya jatuh di deretan kaki-kaki para tokoh internasional seperti Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan dan mantan Presiden AS Bill Clinton. Bayangkan Presiden Xanana Gusmao dengan janggut perak berkilau meluncurkan pidato kemerdekaan Timor Loro Sa’e dengan suaranya yang serak. Dan bayangkan pula jika Presiden Republik Indonesia, kepala negara dari negara yang begitu besar, absen dalam pesta akbar negara tetangganya. Apa kata dunia?

Toh, telah dilakukan persiapan keberangkatan Presiden Megawati ke pesta kemerdekaan Republik Demokratik Timor Leste, 20 Mei nanti. Sejak April lalu, Megawati telah memerintahkan fraksinya di DPR dan MPR untuk memberikan dukungan penuh bila ia memutuskan untuk pergi. Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Susilo Bambang Yudhoyono, pun memastikan Presiden akan berangkat kecuali jika berhalangan.

Sebenarnya pemerintah sendiri belum memberi keterangan resmi. Padahal pesta itu akan digelar Senin depan. ”Saya akan menyampaikan keputusannya minggu depan,” kata Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda, Rabu lalu.

Sementara itu, seruan supaya menampik undangan tersebut masih cukup keras. Salah satu yang menentang kedatangan Megawati ke Timor Leste adalah Komisi I DPR. Mereka meminta Presiden agar tidak berangkat. ”Suasana psikologis belum mengizinkan,” kata Ketua DPR Akbar Tandjung. Jika presiden ngotot berangkat, ”Silakan saja,” kata Akbar. Sementara itu, menurut Ketua MPR Amien Rais, Indonesia cukup mengirimkan Menteri Luar Negeri saja.

Polemik itu nyaris sama dengan pendapat responden TEMPO pekan ini. Jumlah responden yang setuju dan yang menolak kunjungan itu nyaris sama. Lebih dari se-paruh (55 persen) responden mendukung kepergian Presiden Megawati. Menurut mereka, kunjungan itu menjadi pembuka hubungan baik antarkedua negara. Selain itu, nama baik Indonesia akan pulih dari hujan kecaman setelah terjadinya kerusuhan pascajajak pendapat tiga tahun lalu.

Sementara itu, responden yang menolak (45 persen) khawatir kepergian Presiden akan menyinggung kelompok prointegrasi. Selain itu, masih banyak urusan dalam negeri yang lebih penting ketimbang memikirkan Timor Leste. Namun sebagian besar responden (66 persen) percaya bahwa negara baru itu akan menjadi tetangga yang manis bagi Indonesia.

Agung Rulianto




Apakah Anda setuju Presiden Megawati hadir pada acara proklamasi kemerdekaan Timor Loro Sa’e?
Setuju55%
Tidak setuju45%
 
Jika ya, apa alasan Anda?*
Membuka hubungan baik antarkedua negara54%
Mengembalikan nama baik Indonesia di dunia internasional48%
Kita harus melupakan masa lalu32%
Pengakuan Timor Loro Sa’e sebagai negara merdeka dan berdaulat29%
Menghapus kesalahan kita di masa lalu26%
*Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban.
 
Jika tidak, apa alasan Anda?*
Masih banyak urusan dalam negeri yang lebih mendesak50%
Melecehkan kelompok prointegrasi41%
Membuka luka lama38%
Dukungan TNI terhadap pemerintah akan melemah28%
Masalah pengungsi Timor Timur belum rampung26%
*Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban.
 
Apakah Anda yakin kunjungan Presiden bisa memberikan rapor positif bagi pemerintahan Megawati?
Yakin54%
Tidak yakin46%
 
Apakah Anda percaya Timor Loro Sa’e bisa menjadi tetangga yang bersahabat bagi Indonesia?
Ya66%
Tidak34%
 


Metodologi jajak pendapat :

Jajak pendapat ini dilakukan oleh Majalah TEMPO bekerja sama dengan Insight. Pengumpulan data dilakukan terhadap 519 responden di lima wilayah DKI pada 3-7 April 2002. Dengan jumlah responden tersebut, tingkat kesalahan penarikan sampel (sampling error) diperkirakan 5 persen. Penarikan sampel dikerjakan melalui metode acak bertingkat (multi-stage random sampling) dengan unit kelurahan, rukun tetangga, dan kepala keluarga. Pengumpulan data dilakukan lewat kombinasi antara wawancara tatap muka dan wawancara melalui telepon.

Independent Market Research


Tel: 5711740-41, 5703844-45 Fax: 5704974


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
20/XXXVII/07 - 13 Juli 2008

 

Berita lainnya

Tujuh Anggota LPSK Diputuskan Lewat Voting - 09 Jul 2008 | 08:40 WIB
Buruh Khawatirkan Nasib Jam Lembur - 09 Jul 2008 | 08:24 WIB
Bupati Pasuruan Dilantik Pagi Ini - 09 Jul 2008 | 07:45 WIB
Terpidana Mati Dukun AS Siap Dieksekusi - 09 Jul 2008 | 07:39 WIB
Harga Minyak Turun, Bursa Saham Amerika Menguat - 09 Jul 2008 | 07:31 WIB
Warga Bali Pilih Gubernur Hari Ini - 09 Jul 2008 | 07:15 WIB
Polda Maluku Kerahkan 1.047 Personel Amankan Pemilihan Gubernur - 09 Jul 2008 | 06:57 WIB
Jawa Barat Tingkatkan Citra Sekolah Kejuruan - 09 Jul 2008 | 06:37 WIB
Impor Daging Selandia Baru Dihentikan - 09 Jul 2008 | 02:16 WIB
PLN: Transportasi Publik Tak Boleh Padam - 09 Jul 2008 | 01:06 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data