Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 13/XXIIIIIIII/31 Mei - 06 Juni 1999
   
Kesehatan

Obat Saja Tidak Cukup

Dadang Hawari
(Foto: RULLY KESUMA/DOK. D&R)
JANGANLAH terlalu gampang kagum dengan ahli-ahli dari Barat." Saran itu diucapkan Prof. Dadang Hawari, psikiater yang banyak menangani pecandu narkotik. Setelah bertahun-tahun menangani pecandu dan mengembangkan metode terapi sendiri, Dadang memang punya alasan untuk tak gampang kagum dengan metode detoksifikasi cepat. "Kenyataannya ada rata-rata 4 kasus eks-Weisman yang datang kepada saya karena kambuh lagi," kata Dadang kepada Dwi Wiyana dari TEMPO.


Metode yang diberinya label "Prof. Dadang Hawari" itu kini memang sudah diterapkan di beberapa rumah sakit di Jakarta. Metode itu dikembangkannya dari hasil berbagai kunjungan ke pusat terapi dan rehabilitasi, sehingga menghasilkan terapi yang menggabungkan cara medis dan agama: berobat sekaligus bertobat. "Dalam riset disebutkan bahwa terapi medis saja tanpa doa dan zikir tidak lengkap. Sebaliknya, doa dan zikir tanpa terapi medis juga tidak efektif," kata Dadang.


Dalam metode ala Dadang, sebenarnya juga dilakukan terapi untuk mengatasi rasa sakit akibat sakaw. Sembari menghilangkan racun dalam tubuh pasien dengan obat-obatan psikofarma, Dadang memberikan pula obat antidepresan dan antinyeri yang bersifat nonadiktif (tidak menimbulkan ketagihan). Pada hari ketiga, menurut Dadang, kondisi pasien sudah menjadi lebih baik, seperti pulihnya susah berbicara (cadel). Dan pada hari keempat gejala sakaw pada penderita sudah dapat dihilangkan.


Selain menjalani terapi medis, seluruh tahap detoksifikasi selama seminggu itu juga harus diisi dengan kegiatan yang meningkatkan keimanan. Bagi yang beragama Islam, akan didatangkan ustad. Sedangkan pasien yang beragama Kristen atau Katolik dipandu oleh pendeta dan romo. Prosesi meningkatkan keimanan ini diberikan saat pasien akan pulang. "Jika sudah sehat, sudah sadar, dan tidak tidur atau mengantuk lagi," katanya.


Pada minggu kedua dan ketiga, pasien menjalani pengobatan berjalan, bisa di rumah atau di rumah singgah yang disediakan Dadang Hawari. Selama berobat jalan, pasien berada di bawah pengawasan keluarga dan harus menaati sejumlah pantangan. Ini belum cukup karena pasien masih harus menjalani proses rehabilitasi selama tiga bulan di pesantren modern Darul Ichsan, Jakarta.


Metode yang dipergunakan Drop In Center bahkan lebih lama. Lembaga perawatan yang bekerja sama dengan sebuah pusat rehabilitasi di Kuala Lumpur, Malaysia, ini uniknya mempergunakan para bekas pecandu narkotik sebagai konsulernya. Di Drop In Center, seusai menjalani proses detoksifikasi konvensional, pasien harus melewati tahap prarehabilitasi terlebih dulu.


Program satu paket prarehabilitasi itu berlangsung selama tiga minggu. Baru kemudian proses berlanjut dengan program rehabilitasi. Sesudah itu pun metode yang dipergunakan Drop In Center masih mensyaratkan proses After Care. "Keluar dari rehabilitasi, kesembuhan mereka baru 80 persen, dan di After Care mereka harus menjalani 20 persen lagi. Masa krisisnya adalah sampai tiga tahun. Setelah itu baru boleh dibilang stabil," kata Inne W. Gunadi, Direktur Drop In Center.


Memutus ketergantungan narkotik rupanya bukan hanya mahal, tapi juga membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Alangkah malangnya bila ketergantungan pada bubuk setan itu bermula dari keinginan iseng untuk mencoba-coba.


MS, Mustafa Ismail


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Hong Kong Wajibkan Label Produk Impor - 24 Jul 2008 | 20:46 WIB
DPR akan Bertemu Pimpinan KPK - 24 Jul 2008 | 20:35 WIB
Subsidi Pertanian 2009 Bakal Naik - 24 Jul 2008 | 20:17 WIB
Keluarga Yakin Jika Nanik Dibunuh Ryan - 24 Jul 2008 | 20:07 WIB
Djoko Suprapto Masih Jalani Pemeriksaan - 24 Jul 2008 | 19:54 WIB
BLT Bojonegoro Dicairkan Besok - 24 Jul 2008 | 19:49 WIB
Pasangan Karsa Unggul di Jombang - 24 Jul 2008 | 19:34 WIB
Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count - 24 Jul 2008 | 19:27 WIB
Kasus Alih Kawasan BSD Diselidiki - 24 Jul 2008 | 19:15 WIB
Dada Janji Bangun Stadion Persib - 24 Jul 2008 | 19:14 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data