Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 15/XXIIIIIIII/14 - 20 Juni 1999
   
Internet

Jual Beli Lewat 'Webstore'

Ada dua cara berjualan di internet: bikin toko sendiri di salah satu situs besar atau memesannya lewat perusahaan lokal. Mana yang lebih menguntungkan?

BERDAGANG pada masa krisis, kenapa tidak? Jual beli barang pada zaman sekarang mestinya makin mudah dilakukan oleh orang yang belum pernah mengenal pasar sekalipun. Internet telah mempermudahnya melalui perdagangan elektronik (e-commerce). Lewat perdagangan elektronik, pedagang tinggal menyediakan barang, memamerkannya di jaringan global, dan menunggu pembeli 24 jam nonstop dari berbagai penjuru dunia, termasuk yang tak terimbas krisis moneter.

Dalam perdagangan elektronik, yang dilakukan di internet, pedagang dan pembeli bertemu di suatu tempat yang disebut webstore. Webstore itu semacam etalase, tempat penjual memamerkan dan menjajakan berbagai barang dagangannya: dari pakaian bayi sampai mobil. Tak sulit untuk memilikinya. Etalase semacam ini tersedia di megasitus-megasitus semacam Yahoo! (www.yahoo.com), atau Geocities (www.geocities.com). Fasilitas ini tergolong anyar. Yahoo!, misalnya, baru tahun ini menyediakannya, setelah mengakuisisi salah satu penyedia webstore, yakni ViaWeb di www.viamall.com.

Berjualan lewat webstore banyak kelebihannya. Dewasa ini, ada lebih dari 50 juta komputer yang tersambung ke internet di 206 negara yang punya akses ke jaringan itu, dengan 140 juta pengguna di seluruh dunia (separuhnya berada di Amerika). Ini artinya, internet merupakan pasar yang sangat bagus untuk bisnis apa saja, karena potensi pembelinya yang begitu besar.

Dengan membuka webstore di salah satu megasitus, berarti peluang untuk dikunjungi orang juga besar. Bayangkan, Yahoo! dikunjungi lebih dari 30 juta orang per hari. Anda pun tak perlu pusing memikirkan cara mempromosikan toko itu. Yahoo! telah melakukannya, yakni dengan memasukkan toko Anda dalam daftar penyewa webstore. Jadi, peselancar internet yang ingin mencari suatu barang tinggal melihatnya di daftar tersebut.

Membangun sebuah toko di internet juga relatif gampang. Anda bisa mendesainnya sendiri dalam tempo tak lebih dari 10 menit. Yahoo! sudah menyediakan kolom-kolom untuk itu. Anda tinggal mengisinya. Adapun tarif sewa dan pembuatan webstore di Yahoo! berkisar antara US$ 100 (untuk 50 item barang) dan US$ 300 (1.000 item barang), atau sekitar Rp 800 ribu-Rp 2,4 juta per bulan.

Bagaimana dengan keamanan transaksinya? "Jelas sangat terjamin karena teknologi mereka sudah sangat maju," ujar Roy Suryo, pengamat internet dan dosen multimedia Institut Seni Indonesia. "Situs semacam Yahoo! punya sistem keamanan yang berlapis-lapis," kata Roy. Selain itu, membuka webstore di salah satu megasitus memungkinkan untuk lebih cepat diakses siapa saja dan dari mana saja.

Hanya saja, membangun toko di situs besar punya kekurangan: desainnya nyaris seragam. Maklum, pilihan desain yang disediakan terbatas. Akibatnya, karakteristik dan keunikan tiap-tiap toko kurang menonjol. Ini kurang pas buat toko yang ingin menonjolkan citra tertentu.

Namun, membuat webstore tak mesti harus dari situs-situs besar semacam Yahoo! Di sini ada beberapa perusahaan penyedia jasa internet lokal yang bisa membuatkan etalase yang unik dan menarik sesuai dengan selera pemesan, dan menyediakan ruang untuk disewa. Ongkosnya juga relatif lebih murah, kurang lebih Rp 1 juta per tahun. "Tapi, mungkin kami baru bisa menyediakan seperti yang di Yahoo! sekitar dua bulan lagi," kata Nukman Luthfie, direktur perusahaan jasa internet Agrakom, kepada Ahmad Fuadi dari TEMPO.

Hanya saja, Roy mengingatkan, menyewa webstore melalui penyedia jasa internet lokal berarti harus menanggung risiko kurang populer karena perusahaan itu tentu belum seterkenal megasitus macam Yahoo!. Karenanya, pemilik mungkin harus mencari media promosi lain agar tokonya lebih populer. Kerugian lain, kecepatan untuk diakses pun lebih lambat.

Nah, pilihan mana pun, mau yang sedikit agak mahal tapi dikunjungi banyak orang atau yang lebih murah tapi sedikit pengunjung, sebaiknya diputuskan dengan melihat kebutuhan. Jangan lupa, kadang-kadang tidak banyak gunanya juga menjangkau khalayak yang lebih luas bila memang target yang hendak diraih hanya terbatas.

Wicaksono, Ma'ruf Samudra


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
Dua Desa di Parigi Terendam Banjir - 25 Jul 2008 | 18:41 WIB
Meski Kemarau, Kalimantan Tengah Diguyur Hujan - 25 Jul 2008 | 18:33 WIB
BPK Puas pada Laporan Keuangan Badan Intelijen - 25 Jul 2008 | 18:31 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data