Ini Dia, (Calon) Kabinet Kita Partai kakap mulai menyusun kabinet. Muka-muka lama masih bercokol. Siapa mereka? |
Sederet nama ini bukanlah para tokoh yang hendak mengadakan tahlilan?selamatan khas NU. Mereka adalah calon menteri yang sudah disiapkan ''setengah resmi" oleh para elite di induk semang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelang pemilu. Nama Yusuf Faisal, John Wumu, Ahmad Zaim, Ahmad Bagdja, misalnya, sudah dielus-elus sebagai calon menteri, kendati belum banyak dikenal orang. Asal tahu saja, Yusuf tak lain suami penyanyi terkenal Hetty Koes Endang. Ia think-tank ekonomi dan calon legislatif PKB nomor satu untuk Jawa Barat.
Nama beken di NU seperti Thalhah Hasan (Rektor Universitas Islam Malang dan Rais Syuriah), dan Alwi Shihab (Ketua PKB) dijagokan untuk menteri agama dan luar negeri. Sumber TEMPO di partai nomor 35 ini juga membisiki: kabinet versi mereka nantinya akan dipimpin oleh, siapa lagi kalau bukan, Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Tapi, ia tak menyebut siapa calon wakil presidennya. Wiranto atau Mega bukan mustahil. Begitupun jika kedua tokoh ini bertengger di pucuk Republik, dikombinasikan dengan Amien Rais. ''Saya tak mau berkoalisi dengan Golkar," kata Gus Dur.
Partai Golkar pagi-pagi bahkan sudah mulai mereka-reka siapa saja yang kira-kira tepat menduduki pos menteri. Maklum, Partai Beringin sudah lebih dari 30 tahun berpengalaman menguasai kabinet. Ibaratnya, kabinet sudah merupakan tradisi lima tahunan?selama ini diborong habis elite beringin, kecuali satu-dua menteri dalam kabinet Habibie. Lebih dari itu, sejumlah pengurusnya masih jadi menteri aktif. Sebut saja Menteri Kehakiman Muladi, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Agung Laksono, dan Menteri Tenaga Kerja Fahmi Idris.
Perkiraan kabinet versi Golkar dilontarkan Wakil Sekjen Mahadi Sinambela. Menurut Mahadi, kalau tak ada aral melintang, kabinet partai bernomor 33 ini akan dipimpin oleh B.J. Habibie. Mahadi tak menyebut siapa calon wakil presidennya. Adapun kursi Menteri Pertahanan dan Keamanan sekaligus Panglima ABRI nantinya akan diserahkan ke satu orang. ''Melihat kondisi saat ini, jabatan itu sebaiknya tetap dipegang oleh TNI," ujarnya. Siapa dia? Yang paling berpeluang, katanya, Letnan Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono, kini Kepala Staf Teritorial TNI. Nama Wiranto sengaja disimpan. Ia bakal naik ke posisi yang lebih tinggi: mendampingi Habibie sebagai wakil presiden.
Partai Beringin tampaknya bakal menjagokan muka-muka lama. Nama seperti Akbar Tandjung, Juwono Sudarsono, Theo Sambuaga, Fahmi Idris, Marzuki Usman, Malik Fajar, tetap menduduki kabinet. Hanya, ada pergeseran posisi di sana-sini. Juwono, misalnya, tak lagi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, melainkan Menteri Luar Negeri. Marzuki Usman, menurut Mahadi, bakal dipasang jadi Menteri Keuangan. Malik Fajar menggantikan Juwono sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Yang menarik, Golkar ternyata berencana mendudukkan Rektor Universitas Gadjah Mada Ichlasul Amal sebagai Menteri Dalam Negeri. Sahabat Amien Rais ini dikenal sebagai rektor reformis.
Tapi ternyata belum semua partai politik berpikir ke sana. Beberapa partai kecil, misalnya, terus terang masih pesimistis meraih kursi, sehingga tak pusing memikirkan soal kabinet. Yang besar ada juga yang teramat berhati-hati. Terlalu dini, sehingga mereka enggan mengutak-atik nama. ''Terlalu naif jika kita menyusun nama itu, sementara perolehan suaranya sendiri belum bisa dipastikan," kata Faisal Basri, Sekjen Partai Amanat Nasional, kepada Andari Karina Anom dari TEMPO. Tapi bisa saja ditebak, Amien Rais tetap dikukuhkan sebagai calon kuat presiden versi partai biru berlambang matahari itu. Ia bakal didampingi elitenya seperti Faisal Basri, Abdillah Thoha, Dawam Rahardjo, dan Arief Arryman.
PDI Perjuangan tampaknya juga sudah siap dengan kabinet perjuangannya. Sumber TEMPO di partai nomor 11 itu mengatakan, nama seperti Aberson Marle Sihalolo, Laksamana Sukardi, dan Kwik Kian Gie bakal dijagokan untuk menduduki pos kementerian ekonomi dan industri. Tampaknya rencana itu bakal terwujud seandainya PDI Perjuangan memenangkan pemilu. Kwik merupakan sumber pemikiran ekonomi partai itu. Mereka akan diperkuat oleh Theo F. Thoemion, pakar keuangan dan valuta asing yang kini menjadi calon legislatif Manado. Di bidang politik, keamanan, dan hukum, bercokol nama Sabam Sirait, bekas Ketua KNPI Tjahjo Kumolo, dan mantan Jaksa Agung Soedjono C. Atmonegoro.
Bagaimana dengan Partai Persatuan Pembangunan? Meski belum resmi ditorehkan di atas kertas, toh sejumlah petingginya hampir pasti bakal melenggang. Yang favorit tentu saja Ketua Umum Hamzah Haz. Disusul kemudian oleh A.M. Saefuddin, Saleh Khalid, Baharuddin Lopa, Aisyah Amini, dan bukan mustahil vokalis Zarkasih Noer, yang dikenal berpengalaman di pentas DPR Senayan. Tapi, sekali lagi, semuanya masih kalkulasi sementara. Semuanya tergantung perolehan suara dan pergulatan di medan tempur sidang umum MPR. Akankah negara ini jadi lebih baik bila diurus tokoh-tokoh di atas?
WM, Wicaksono, Wenseslaus Manggut
|