Semasa Orde Baru, negeri ini punya reputasi memalukan: surga koruptor kakap. Lipat-melipat uang negara bukan hanya telah memporakporandakan sistem penegakan hukum, tapi juga sudah tumbuh menjadi semacam budaya. Pada zaman reformasi, dengan lahirnya banyak lembaga penyelidik korupsi, akankah reputasi Republik ini membaik?
Faktor kepemimpinan dan sistem pemerintahan yang demokratis berperan penting bagi kesuksesan pemberantasan korupsi. Riset di Uganda menunjukkan hal itu.