Tahun Baru, Hiburan Baru Sejumlah pemutar MP3 anyar meluncur di pasar. Bagaimana memilih yang pas buat Anda? |
BANYAK jalan menuju Roma, begitu kata pepatah. Begitu pula untuk mendengarkan lagu dan musik. Dewasa ini, ada beragam pilihan untuk menyimak alunan suara Britney Spears atau Westlife. Pendengar bisa memutar kaset dan cakram padat (CD) atau cukup mendengarkan radio. Teknologi modern bahkan telah menyediakan apa yang disebut MP3, sebuah format musik digital yang populer dua tahun belakangan ini.
MP3 merupakan format dokumen komputer berukuran kecil yang kualitasnya mendekati CD. Format ini direkam dengan cara yang mirip dengan cakram padat. Bedanya, MP3 menghapus frekuensi yang tak dapat didengar telinga sehingga memperkecil jumlah data yang direkamnya. Sebagai ilustrasi, satu cakram MP3 bisa diisi semua album yang pernah dikeluarkan kelompok musik Inggris legendaris, The Beatles. Padahal, jika seluruh koleksi itu direkam dengan cara tradisional, dibutuhkan belasan kaset atau CD.
Kemunculan MP3 tak lepas dari perkembangan teknologi audio-digital modern yang berhasil memampatkan irama dan perangkat pemutarnya sedemikian mini, sehingga walkman Sony yang sudah berusia 21 tahun menjadi uzur. Cakram padat, seperti namanya, memang sesuatu yang kompak, tapi lama-kelamaan dirasa kurang cukup kompak. Itu sebabnya, kendati CD masih hot sampai sekarang, ada kecenderungan yang perlahan tapi pasti di kalangan pecinta teknologi untuk beralih ke sesuatu yang lebih kecil, lebih cool, yaitu tadi: format MP3.
Awal tahun ini, sejumlah pemutar musik format MP3 anyar meluncur ke pasar. Raksasa Sony, umpamanya, memperkenalkan dua produk sekaligus: Network Walkman NW-E3 dan MD MZ-R70. Sementara itu, Creative Labs Nomad meluncurkan JukeBox, SSI Corporation mengandalkan Neo 25, dan Digesette mengeluarkan Duo-Aria. Anda belum bisa menemukan semua alat tersebut di toko-toko elektronik di sini, memang, tapi setidaknya dapat memesannya lewat internet.
Sosok rata-rata pemutar MP3 itu berukuran lebih kecil dibandingkan dengan pemutar CD. Perangkat itu menyimpan dokumen musik digital dalam sebuah memori internal yang bisa dihapus. Bentuknya mirip sebuah kartu kecil. Salah satu kelebihan jenis memori ini adalah bentuknya yang lebih solid ketimbang cakram padat alias tak "dibaca" melalui sebuah mekanisme gerak sehingga lebih awet.
Nah, seandainya Anda hendak berbelanja pemutar MP3, perhatikan aspek berikut ini. Berapa banyak anggaran Anda? (Harga pemutar berkisar US$ 169 sampai US$ 500 atau Rp 1,2 juta sampai Rp 5 juta.) Seberapa mudah alat itu digunakan? Sampai berapa berat dan besarnya Anda bersedia menenteng sebuah pemutar?
Anda juga perlu mempertimbangkan seberapa baru komputer di rumah manakala hendak membeli sebuah pemutar. Pastikan bahwa keduanya dapat berkomunikasi dengan baik. Jika tidak, Anda mungkin harus memperbarui sistem komputer agar dapat memainkan musik MP3.
Bagaimana dengan pilihan lagunya? Karena stok musik format MP3 tak selalu ada di rak-rak toko kaset (setidaknya sampai sekarang), dibutuhkan sedikit pengetahuan teknis untuk mendapatkan lagu-lagu terbaru. Caranya setidaknya ada tiga: Anda mengambilnya dari internet, "menggandakan" (rip) dari sebuah cakram padat, atau bertukar dengan sesama teman pemilik koleksi MP3.
Cara termudah, sekaligus paling kontroversial, adalah mencari MP3 lewat internet. Disebut kontroversial karena legal-tidaknya metode ini masih menjadi perdebatan. Ada sejumlah situs yang menawarkan musik format MP3. Sebagian gratis, sebagian lagi harus bayar.
Kalau mau sedikit rumit, gandakan saja lagu dari CD ke MP3. Teknik ini dijuluki rip. Namun, Anda mesti memiliki program pengganda (disebut ripper) untuk "memindahkan" isi CD ke MP3. Kemudian, Anda tinggal menggandakannya seperti kalau mau mengopi satu dokumen—misalnya dari pengolah kata Microsoft Word—ke dokumen lain. Selesai, dan Anda sudah punya hiburan baru.
Wicaksono
| Pemutar-Pemutar MP3 itu | | Merek (Produksi) | Harga | Keunggulan | | Nomad JukeBox (Creative Labs) | US$ 499 | Suara, desain, dan terutama kapasitas (6 gigabytes atau setara dengan 80 CD bermasa putar 100 jam) | | Neo 25 (SSI Corporation) | US$ 429 | Kapasitas (12 dan 20 gigabytes) dan kemudahan komunikasi dengan PC | | Network Walkman NW-E3 (Sony) | US$ 379,95 | Paling ringan dan tipis | | MD Walkman MZ-R70 (Sony) | US$ 279 | Suaranya paling bening | | Duo-Aria (Digisette) | Belum ada | Punya alat pengubah internal digital-to-analog | | Sumber: ABCNews |
|