|
Survei yang dilakukan Global Alliance di sembilan pabrik subkontraktor sepatu Nike di Indonesia sungguh mengejutkan. Dari 4.450 pekerja yang diwawancarai secara intensif, Global menemukan beberapa fakta. Antara lain, 30 persen pekerja mengatakan pernah mendapat perlakuan menyimpang secara verbal, hampir dua setengah persen pernah mengalami pelecehan seksual secara fisik, dan delapan persen mengaku mendapat pelecehan seks secara verbal. Bahkan, ada tawaran hubungan seks dengan iming-iming pekerjaan di dua pabrik Nike. Selain itu, lebih dari tiga persen mengungkapkan pernah mengalami penyimpangan tindakan secara fisik dari para penyelia atau manajer.
Temuan tersebut diumumkan Kamis pekan lalu. Hasil survei tersebut cukup mengejutkan Nike, yang membiayai penelitian tersebut. Namun, perusahaan sepatu dunia yang bermarkas di Beaverton, Oregon, ini berjanji akan menindaklanjuti temuan ini. "Kami akan bekerja sama dengan mitra kami (di Indonesia?Red.) dan Global Alliance untuk melaksanakan program perbaikan dan menjamin pelaksanaannya," kata Dusty Kidd, Wakil Presiden Tanggung Jawab Korporat Nike. Survei itu sendiri dibiayai oleh Nike, sementara Global Alliance merupakan konsorsium nirlaba yang didirikan oleh sejumlah organisasi publik dan swasta, termasuk Nike dan Bank Dunia. Saat ini, Nike membeli produk sepatu, pakaian, dan perlengkapan olahraga dari 35 pabrik di Indonesia, dengan jumlah pekerja sekitar 115 ribu orang.
|