Telkom Didemo Karyawannya |
Sekitar 400 karyawan PT Telkom Divisi Regional IV Jawa Tengah dan Yogyakarta berunjuk rasa di kantor pusat Telkom di Bandung, Rabu pekan lalu. Mereka menuntut direksi Telkom membatalkan nota kesepahaman (MoU) antara Telkom dan PT Indosat, yang diteken 15 Februari lalu. Dalam salah satu butir kesepakatan itu, Telkom akan menyerahkan Divisi Regional IV ke Indosat, dengan kompensasi US$ 375 juta. Para karyawan yang mewakili 3.320 karyawan Telkom Jawa Tengah dan Yogyakarta itu juga menolak dialihkan menjadi karyawan Indosat. "Telkom banyak dirugikan dalam kesepakatan itu," kata Sekjen Serikat Pekerja PT Telkom, Gunawan Haris, kepada Rinny Srihartini dari TEMPO.
Menurut Gunawan, salah satu kerugian itu adalah valuasi yang dilakukan untuk Divisi Regional IV, yang hanya melihat aset fisiknya. "Padahal, Telkom kan juga sudah menginvestasikan dananya untuk sumber daya manusia yang nilainya sama dengan nilai aset fisik," kata Gunawan. Direktur Utama Telkom, M. Nazief, kemudian menawarkan tiga opsi, yakni semua karyawan masuk ke Indosat dengan standar penggajian dan kesejahteraan yang sama dengan ketika di Telkom, mereka yang menolak akan diterima kembali di Telkom dengan catatan siap dimutasikan ke daerah lain, dan pensiun dini bagi yang menolak dua opsi sebelumnya. Nazief juga mengemukakan bahwa nota kesepahaman ini baru berlaku jika sudah disetujui rapat pemegang saham pada 26 April mendatang.
Sementara itu, kinerja Telkom sepanjang tahun 2000 menunjukkan peningkatan berarti. Perusahaan telekomunikasi ini berhasil meraup laba bersih Rp 2,54 triliun, atau naik 16,88 persen dari tahun sebelumnya. Kendati demikian, jumlah pelanggan yang mengundurkan diri masih cukup tinggi, yakni 176.478 pelanggan. Namun, jumlah ini sudah menurun dibandingkan dengan tahun 1999, yang mencapai 232.343 pelanggan.
|