Teror Politik Rumput Terbakar Konflik Aktivis Muhammadiyah dan PAN jadi sasaran amuk. Diduga, limbah dari perseteruan elite politik. |
PANASNYA konflik para petinggi politik di Jakarta menyebar ke daerah, membakar rumput-rumput yang kering. Nyala apinya sudah terlihat di sejumlah kantong NU di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sedikit saja tersiram bensin, dikhawatirkan bakal membesar.
Lihatlah yang meletup di Tegal, Jawa Tengah. Mula-mula, sekelompok massa yang menamakan diri Laskar Diponegoro beraksi. Selain berunjuk rasa menolak kehadiran Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (yang ternyata tak hadir), mereka juga merusak rumah Ketua Dewan Pimpinan Daerah PAN, Djohan Firdaus, dan menganiaya wartawan. Keluarga Djohan sendiri selamat karena sempat diungsikan, tapi koresponden koran Republika, Agus Wijanarko, luka parah dihajar massa.
Sepekan sebelumnya, di Jawa Timur, api membakar rumah anggota DPRD Bondowoso dari PAN, H. Achmad Hamdani, 63 tahun. Kata Darmaji, intel Kodim 0822 yang kebetulan berada di tempat kejadian, ada lima pelakunya. Mereka mengendarai dua sepeda motor: Tiga orang berboncengan di atas Honda GL Max, dua orang lainnya berboncengan naik Yamaha. Darmaji sebenarnya sempat mengejar, tapi pelaku telanjur menghilang dalam kegelapan. Kesaksian Darmaji diperkuat Kardi Handoyo alias Han, tetangga Achmad.
Hampir bersamaan, rumah Mulyono di Desa Prajekan Lor, Kecamatan Prajekan, Bondowoso, dilempari peledak sebesar bola tenis. Peledak berbahan potas itu?banyak dipakai nelayan untuk mengebom terumbu karang?membuat rumah Direktur Taman Pendidikan Alquran (TPA) Mentari bergetar. Dinding dan plafon rumah retak-retak, kaca jendela dan lemari buku pecah berserakan, dan satu televisi hangus.
Setengah jam berselang, terdengar ledakan serupa dari rumah Sudanan, warga Desa Grujugan, Kecamatan Cermee, sekitar 5 kilometer dari rumah Mulyono. Dan, setengah jam berikutnya, ledakan keras kembali terdengar dari arah rumah Kiai Achmad Faqih, warga Desa Rambankulon, Kecamatan Cermee.
Sampai pekan lalu, tercatat sepuluh insiden serupa menimpa rumah para aktivis Muhammadiyah maupun PAN. Enam kasus terjadi di Bondowoso, tiga di Situbondo, dan satu di Sidoarjo. Kejadian terakhir menimpa Agus Salam, wakil ketua PAN Sidoarjo. Sabtu dini hari pekan lalu, rumahnya dilempari mercon. Beberapa kaca jendela pecah. Bersamaan dengan peristiwa itu, aparat menemukan selebaran gelap berisi ancaman kepada para pengurus PAN, PBB, Golkar dan kroninya di kawasan 'tapal kuda' (pesisir utara dan timur) Jawa Timur. Provinsi ini langsung dinyatakan dalam keadaan siaga satu.
Rentetan aksi itu tampaknya tak lepas dari konteks perseteruan elite politik yang kini tengah berlangsung. Ketua MPR Amien Rais?yang tokoh Muhammadiyah dan PAN?bersama para anggota DPR sedang berusaha menggusur Abdurrahman Wahid, yang orang NU, dari kursi presiden. Diduga, berbagai letupan itu dilakukan oleh orang-orang NU. Tapi, benarkah?
Kapolres Bondowoso, Ajun Komisaris Besar Polisi Sofri Efendi, tak berani berspekulasi. "Kami belum tahu apakah bermotif politik atau dendam pribadi," kata Sofri. Yang jelas, setelah kejadian tersebut, pihaknya langsung mempertemukan tokoh pimpinan partai politik dan organisasi massa di seluruh Situbondo. Mereka sepakat menahan diri untuk tidak saling menuduh.
Muhaimin Zawawi, Sekretaris Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bondowoso, juga tak berani menduga-duga. Tapi K.H. Hassan Mutawakil, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, menyatakan aksi teror itu sebuah rekayasa. "Ada pihak ketiga yang ingin mengarahkan konflik NU dan Muhammadiyah ke dalam konflik yang lebih dalam, yang lebih ideologis," katanya. Menurut pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hassan Probolinggo itu, sama sekali tidak ada komando dari pengurus maupun kiai kepada warga nahdliyin untuk menyerang, merusak, atau membakar apa pun.
Sejauh pihak ketiga tak terungkap, teror itu hanya menyisakan dendam yang bisa mengobarkan api lebih besar.
Wicaksono, Zed Abidien (Surabaya), Abdi Purmono (Bondowoso)
|