Tarif Penerbangan Belum Akan Naik |
Eh, ternyata ada juga harga yang belum mau ikut-ikutan naik. Tarif listrik, telepon, sampai harga berbagai kebutuhan dapur boleh adu kecepatan untuk naik. Namun, tarif angkutan udara masih anteng-anteng saja. Nah, bila Anda ingin bepergian bersama anak-anak yang sebentar lagi bakal libur panjang dengan angkutan udara, masih ada kemungkinan untuk menghemat biaya. Setidaknya, hingga 16 Juni 2001, tarif angkutan udara yang sebetulnya sudah mendapat lampu hijau untuk dinaikkan belum akan beranjak dari tarif lama.
Sedianya, patokan kurs baru untuk menentukan tarif tiket pesawat udara oleh sejumlah perusahaan penerbangan mulai diberlakukan 1 Juni 2001. Namun, karena maskapai penerbangan domestik terbesar di negeri ini masih ogah mengikuti patokan baru, begitu pula sikap maskapai lainnya. Selama ini tarif penerbangan domestik yang diberlakukan Garuda memang menjadi patokan yang lainnya. Untuk jalur yang sama, maskapai lain tidak mungkin bisa bersaing bila memberlakukan tarif sama dengan?apalagi melebihi?tarif Garuda.
Sebelumnya, asosiasi penerbangan nasional sepakat menaikkan patokan kurs untuk tarif penerbangan domestik. Batasan tertinggi (ceiling price) naik dari Rp 7.500 menjadi Rp 9.000 per dolar AS, sedangkan batasan terendah (floor price) dari Rp 4.000 naik menjadi Rp 5.000 per dolar AS.
Merpati Nusantara, yang sedianya berniat menaikkan tarif pesawat jetnya, terpaksa menunggu perubahan sikap Garuda. Hal yang sama juga dilakukan maskapai lain. Pertengahan Mei lalu, Merpati memang sudah menaikkan tarifnya 20-30 persen. "Tetapi itu khusus untuk pesawat nonjet yang menerbangi kawasan Indonesia Timur," kata Kepala Humas Merpati, Yanin Waroka.
|