Pendeteksi Dini Tuberkulosis |
SEBUAH alat pendeteksi penyakit tuberkulosis atau TBC ditemukan. Namanya "ex vivo ESAT-6 ELISPOT". Alat penemuan para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Oxford, Amerika Serikat, itu mampu mendeteksi TBC secara dini. Seperti dilansir jurnal The Lancet edisi terbaru, ESAT bisa mengetahui penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosae itu sebelum gejalanya muncul, bahkan sebelum sampai menyerang paru-paru dan tulang.
Pendeteksian dilakukan pada sampel darah orang yang diduga terinfeksi tuberkulosis. Bila sel mengandung bercak, itu pertanda adanya kuman tuberkulosis. Menurut Reuters, dua pekan lalu, detektor ini lebih akurat dan lebih cepat ketimbang detektor konvensional. Yang lebih penting, pendeteksian dini itu bisa mencegah kuman berkembang ataupun menular ke orang lain.
Di Indonesia, selama ini pemeriksaan tuberkulosis dilakukan lewat pengujian dahak penderita. Dengan mikroskop, kuman ter-deteksi hanya dalam hitungan menit. Namun, itu dengan catatan kumannya berjumlah banyak. Bila sedikit, pengujian harus melalui pengembangbiakan kultur jaringan di laboratorium. Itu, kata Dokter Paulus Embran dari Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta, bisa memakan waktu sampai dua bulan.
Tentu ESAT amat berarti bila bisa di- terapkan di Indonesia, yang penyandang penyakit tuberkulosisnya menduduki peringkat ketiga setelah Cina dan India pada tahun 1999.
|