|
UNJUK rasa mahasiswa yang berakhir bentrok fisik dengan polisi sudah biasa kita dengar. Tawuran pelajar adalah hal klasik yang tak kunjung berakhir. Peristiwa tawuran antara mahasiswa ISTN dan Universitas Nasional, Jakarta, adalah fenomena baru yang harus diperhatikan, dipicu permasalahan sepele karena pertandingan sepak bola.
Bagaimana kelak bila mereka menjadi pemimpin bangsa ini, apakah akan dibudayakan tawuran dalam gedung parlemen dan beberapa tempat lainnya. Bagaimanapun, ini adalah tamparan bagi kaum akademisi. Mungkin ada hal yang salah sehingga perlu dilakukan kajian kembali dalam sistem pendidikan yang berlaku saat ini. Bila mahasiswa yang gugur dalam peristiwa Semanggi dengan ikhlas kita berikan julukan pahlawan reformasi, lalu apa julukan yang kita berikan kepada mahasiswa yang tewas dalam tawuran mahasiswa?
SURYO UTOMO
Jalan Karet Belakang IV/6 Setiabudi
Jakarta Selatan
suryomail01@yahoo.com
|