Karyawan dan Direksi Merpati Adu Cepat |
Karyawan Merpati Nusantara Airline yang ter-gabung dalam Asosiasi Pilot Merpati, Forum Komunikasi Teknik Merpati, Forum Komunikasi Awak Kabin Merpati, dan perwakilan Serikat Karyawan Merpati Nusantara menuntut agar jajaran direksi Merpati sesegera mungkin diganti. Tuntutan itu dituangkan dalam pernyataan sikap bersama yang diserahkan Ketua Asosiasi Pilot Merpati, Kapten R. Sardjono Jhony, kepada Presiden Komisaris Merpati, Muchtaruddin Siregar, Jumat pekan lalu di aula Kantor Pusat Merpati.
Karyawan menilai, kinerja direksi yang dikomandani oleh Wahyu Hidayat masih belum sesuai dengan harapan. Pembenahan manajemen dilakukan setengah hati dan kinerja perusahaan makin buruk. Akibatnya, maskapai ini kurang percaya diri sekaligus kehilangan kepercayaan dari pengguna jasa.
Sejak pergantian direksi pada Maret 1999 hingga kini, Merpati memang terus merugi. Semester pertama tahun 2001 saja Merpati sudah membukukan kerugian sebelum pajak Rp 213 miliar, sementara rugi usaha mencapai Rp 1,1 miliar. Meski begitu, sebenarnya jajaran direksi bukannya sama sekali tak berprestasi. Warisan utang US$ 128 juta, yang diterima ketika mereka menerima jabatan itu, bisa ditekan. Posisi Juni 2001, utang itu tinggal US$ 76 juta.
Bisik-bisik yang meluas, tuntutan pergantian direksi dipicu oleh rencana perampingan di tubuh Merpati. Manajemen berencana mengurangi jumlah karyawan, yang kini berjumlah 4.300 orang. Sekitar 1.500 orang, termasuk 107 kopilot dan 95 awak kabin, disebut-sebut kena program rasionalisasi ini. Nah, siapa yang bakal kena rasionalisasi lebih dulu, karyawan atau direksi?
|