Penting Canggih Ketimbang Tenar Internet Explorer versi baru gagal di pasar, tergusur penjelajah lain yang lebih cepat dan mudah. |
NAMA besar belum tentu menjamin keunggulan. Buktinya, Internet Explorer (penjelajah internet alias browser) keluaran Microsoft, yang selama ini mendominasi pasar, kini terancam posisinya. Setelah sepekan diluncurkan pada akhir Agustus 2001, menurut lembaga independen StatMarket, ternyata Explorer 6 Microsoft cuma mampu meraih 2,4 persen pangsa pasar. Sedangkan pesaingnya, Netscape 6.1, memperoleh 2,5 persen pangsa pasar pada pekan pertama peluncurannya, awal Agustus 2001.
Sejumlah analis bahkan menduga Internet Explorer 6 hanya akan menguasai 30 persen pasar pada enam bulan pertama peredarannya. Posisi ini lebih rendah ketimbang kondisi pendahulunya, Explorer 5.5, yang meraih pangsa 50 persen.
Boleh jadi melorotnya reputasi Explorer 6 menjadi pukulan kedua buat Microsoft setelah berbulan-bulan dililit perkara monopoli akibat browser-nya selalu disatukan dengan Windows XP.
Padahal, Explorer 6 tergolong canggih. Ia mengadopsi standar perlindungan Platform Privacy Preferences Project, sebuah perangkat lunak sederhana keluaran Konsorsium Jaringan Web Sedunia. Perangkat ini bisa otomatis mengenali kebijakan perlindungan setiap kali mengunjungi situs.
Tak cuma itu kebolehan Explorer 6. Ia juga memuat Outlook Express berperangkat keamanan terbaru. Pengguna bisa mengeblok sejumlah lampiran dan memadatkan file, visual basic scripts, atau e-mail bervirus.
Masalahnya, Explorer 6 teryata tak banyak berbeda dengan Explorer 5.5. Keduanya memiliki satu struktur halaman media, fasilitas tampilan otomatis, dan ketersediaan fasilitas interface.
Menurut kajian situs ZDNet, Explorer 6 justru punya sejumlah kelemahan. Misalnya, saat pengguna mau mengeklik situs baru setelah menjelajahi situs, ternyata panel terkait tak pernah berubah dan tak langsung diperbarui dengan links baru, kecuali bila tombol update diklik. Ini berbeda dengan penjelajah Netscape 6, yang selalu memperbarui halaman situs yang dikunjungi.
Masih ada lagi kekurangan Explorer 6, yakni memuat lubang-lubang (bugs). Umpamanya, ketika muncul boks peringatan, Explorer 6 mengharuskan pengguna mengeceknya. Ini bisa membingungkan: ada kesalahan atau hanya peringatan.
Lebih dari itu, yang hilang dari Explorer 6 adalah dukungan untuk bahasa pemrograman Java. Akibatnya, pengguna mesti punya perangkat lunak khusus untuk men-jelajahi situs yang menggunakan Java.
Tak aneh bila Geoff Johnston, Wakil Direktur StatMarket, menduga kurang bagusnya pasar Explorer 6 itu lantaran tiadanya pengembangan signifikan ketimbang Explorer 5.5. Sementara itu, Netscape justru memantapkan basis pengguna loyalnya yang tak mudah beralih ke penjelajah lain.
Bagi Dr. Bobby Nazief, pengamat internet dari Universitas Indonesia, adu canggih dalam soal kinerja software browser memang ditentukan oleh kecepatan dan dukungan untuk plug-ins. Adapun faktor superioritas teknologi, katanya, masih bisa dikalahkan oleh faktor fanatisme pengguna.
Sebenarnya, ancaman faktor kecepatan tak cuma datang dari Netscape 6, tapi juga dari penjelajah lain. Contohnya browser Opera 5.12, yang diluncurkan awal Juli 2001. Dalam uji kecepatan membuka satu halaman situs dengan menggunakan PC Pentium III 450 MHz, menurut situs ZDNet, Opera bisa melibas Netscape dan Explorer (lihat tabel). Bahkan, Opera versi baru dilengkapi fasilitas surat elektronik, buku alamat, standar web seperti Java, Java Script, sistem keamanan 128 bit untuk transaksi perbankan, dan program Runtime Environment versi teranyar.
Pertengahan Agustus 2001 juga beredar penjelajah Konqueror 2.2. Fasilitasnya sangat lengkap dengan Java Script, Java, HTML 4.0, CSS-1, dan SSL, berikut multimedia (RealAudio, RealVideo, dan Flash) yang dimiliki Netscape. Kecepatan Konqueror pun mampu mengimbangi Explorer ataupun Netscape.
Jadi, Explorer 6 akan dipecundangi? Mungkin Microsoft tetap merasa yakin unggul. Soalnya, sejak awal 1999, ia selalu mendominasi pasar browser.
Dwi Arjanto
| Uji Tiga Penjelajah | | | Internet Explorer 6 | Netscape 6.1 | Opera 5.12 | | Kecepatan membuka halaman situs | 5,5 detik | 14,5 detik | Di Bawah 5 detik | | Kemudahan operasi | Mudah | Mudah | Mudah | | Kelengkapan | Plug-ins | Java, Java Script, HTML 4.0, Plug-ins | Java, Java Script, Plug-ins, HTML 4.0, Runtime Environment | | menggunakan PC Pentium III 450 MHz |
|