Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 46/XXX/14 - 20 Januari 2002
   
Film

Asmara Berselimut Tipu Daya

Dua bintang bertemu dalam thriller erotis. Berhasil separuh jalan saja karena jalan cerita yang terlalu berliku.

Original Sin
Sutradara : Michael Cristofer
Penulis Skenario : ichael Cristofer, Jay Cantor, Amanda Silver
Pemain : Antonio Banderas, Angelina Jolie, Thomas Jane
Produksi : MGM, 2001


KASTEL mewah, perkebunan kopi tak terbatas, puluhan budak yang sewarna dengan biji kopi-nya, dan tubuh tegap tampan dengan gairah membara. Luis Antonio Vargas (Antonio Banderas) memiliki segalanya kecuali asmara. Namun, sang tuan tanah di Kuba pada akhir abad ke-19 ini dengan wajah khas Iberian memesan—benar, memesan—wanita dari Amerika Serikat untuk dipersunting menjadi istri. Ketika pengurus rumah tangganya tertawa mendengar ide ini, Luis menyebut cinta baginya tak penting. Yang ia butuhkan adalah seorang istri yang cukup muda yang sanggup melahirkan anak-anaknya.

Pilihan Luis akhirnya jatuh pada Julia Russel. Mereka pun berkorespondensi, termasuk bertukar foto, sebelum kedatangan sang puan di Kuba. Namun, pada saat penjemputan, Luis putus asa karena tak menemukan calon istrinya. Di saat itulah seorang wanita berbibir sensual (Angelina Jolie) memperkenalkan diri sebagai Julia. Luis terpana karena Julia dalam foto tampak seperti wanita ringkih yang pemalu, sementara yang ada di hadapannya adalah seorang perempuan yang penuh daya hidup. Sang wanita berujar, ia sengaja mengirim foto yang berbeda agar ia diinginkan tidak semata karena fisiknya. Luis tak punya pilihan lain: ia langsung jatuh cinta pada Julia. Begitu kasmarannya Luis sehingga setelah menikah ia langsung mengalihkan sebagian besar hartanya menjadi atas nama istrinya.

Kelanjutannya tak terlalu sulit dibayangkan. Bila dua bintang panas bertemu dalam satu film, apa lagi yang muncul berikutnya kalau bukan adegan asmara yang menggebu? Hanya, bila Anda berharap bisa menyaksikan sekuen paling menarik dari Original Sin ini di layar bioskop, siapkan jari untuk digigit. Tentu saja gairah gunting sensor lebih berkuasa. Sampai bagian percintaan itu, film besutan Michael Cristofer ini masih memikat. Sumbangan besar datang dari gambar indah dengan pencahayaan sedap hasil kerja Rodrigo Prieto. Seting eksotis, dua bintang seksi yang selalu tampak siap bergumul, mau apa lagi?

Namun, film yang diangkat dari novel Waltz Into Darkness karya Cornell Woolrich (yang juga dipakai sebagai basis untuk film Mississippi Mermaid karya sutradara Prancis, Francois Truffaut) ini tampaknya tak mau berhenti di situ. Kisah berkelok ke arah thriller ketika datang seorang penyidik swasta, Walter Down (Thomas Jane), yang disewa kakak Julia untuk menemui adiknya. Sang kakak cemas karena Julia tak pernah membalas suratnya.

Yang lebih mengejutkan, Luis harus bangun di satu pagi untuk kemudian menyadari bahwa Julia menghilang dan simpanan di bank terkuras tuntas. Siapakah "Julia" yang dikawininya? Apakah dia benar Julia Russel?

Pencarian Luis ke setiap pelosok Kuba akhirnya membuahkan hasil. Ia menemukan "Julia" ketika wanita ini sedang mencari mangsa baru. Luis begitu mendidih, tapi ia begitu jatuh cinta pada istrinya, sehingga lagi-lagi ia takluk pada kerling wanita itu. Cerita kemudian berkelok-kelok tanpa kendali. Satu tipuan disusul tipuan berikutnya sampai akhir film. Akibatnya, film ini tidak saja kehilangan daya kejut, tapi juga mulai bikin bosan.

Dengan plot yang meliuk-liuk tersebut, pembuat film ini tampaknya ingin dianggap pintar. Inilah yang menjadi jebakan. Satu kejutan, asalkan disiapkan dengan cermat, akan sanggup memberikan pukulan telak seperti halnya film Jacob's Ladder, The Sixth Sense, atau Fight Club.

Alhasil, yang membuat Original Sin sepadan dengan ongkos menonton adalah pameran tubuh menawan dua pemeran utamanya. Apalagi tak banyak aktris yang seperti Jolie, yang sudi tampil dalam film soft core tak lama setelah memperoleh Piala Oscar tahun 2000 lewat Girl, Interrupted. Di sisi lain, pilihan Jolie ini membuat keseriusannya dalam seni peran layak dipertanyakan. Soalnya, sebelum film Girl, Interrupted, ia praktis tak dikenal kecuali untuk kemunculannya yang bersinar dalam film Pushing Tin. Setelah menang Oscar, Jolie nyaris tak pernah terlibat proyek bermutu. Tengok saja daftarnya: Gone in 60 Seconds, Tomb Raider, dan Original Sin. Jolie pun lebih sering menjadi berita karena celoteh ataupun aksinya yang mengundang sensasi. Bila ia lebih memilih menjadi bintang ketimbang aktris, hal ini patut disayangkan. Modal Jolie bukan hanya tubuh dan wajahnya yang seksi.

Yusi Avianto Pareanom


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
Dua Desa di Parigi Terendam Banjir - 25 Jul 2008 | 18:41 WIB
Meski Kemarau, Kalimantan Tengah Diguyur Hujan - 25 Jul 2008 | 18:33 WIB
BPK Puas pada Laporan Keuangan Badan Intelijen - 25 Jul 2008 | 18:31 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data