Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 50/XXX/11 - 17 Februari 2002
   
Kesehatan

Awas, Demam Berdarah

Bergantinya musim hujan mungkin melegakan. Namun, ada bahaya lain mengintip setelah musim hujan berganti musim kemarau yang panjang. Seperti banjir, demam berdarah pun mengenal siklus lima tahunan yang ledakannya lebih besar dari serangan biasa. Meski diperkirakan baru datang tahun depan, siklus lima tahunan penyakit mematikan ini mungkin pula datang lebih awal karena perubahan iklim. Tak ada salahnya waspada.

Jika Anda berniat menangkal demam berdarah (dengue fever), kiat yang disarikan dari berbagai sumber ini bakal berguna. Resep klasik adalah menguras genangan air, mengubur sampah, dan menutup tempat penampungan air. Pengurasan bak mandi, misalnya, juga mesti disertai dengan penyikatan dinding bak karena telur nyamuk Aedes aegypti—pembawa virus dengue—yang tertinggal bisa bertahan hidup sampai tiga bulan.

Nah, bagaimana mengenali aksi virus dengue? Memasuki tubuh manusia bersama ludah nyamuk Aedes, sang virus segera merusak sel darah terutama sel pembeku darah (trombosit). Aksi ini membuat tubuh pasien bereaksi, yakni panas tinggi mendadak selama 2-7 hari, nyeri di ulu hati, muntah-muntah, badan lunglai, kaki-tangan berkeringat dingin, dan timbul bintik merah di sekujur kulit.

Pada tahap awal, penderita bisa ditolong dengan pemberian minum—susu, teh, dan air putih—yang banyak untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Untuk tahap lanjut, pasien diberi cairan infus glukosa laktat ringer. Transfusi darah hanya diberikan dengan persyaratan yang ketat, misalnya jika kadar trombosit pasien melorot amat drastis.

Layak dicatat pula bahwa nyamuk Aedes aegypti bersifat multibitter atau menggigit beberapa orang dalam sehari. Walhasil, laju penularan bisa berlangsung relatif cepat dalam skala yang luas. Selain itu, tak ada jaminan orang yang pernah terkena demam berdarah bakal kebal terhadap infeksi lanjutan. Ada empat jenis virus—yakni dengue 1 sampai 4—yang semuanya bisa menyerang orang yang sama secara bergantian dengan dampak yang fatal.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Hong Kong Wajibkan Label Produk Impor - 24 Jul 2008 | 20:46 WIB
DPR akan Bertemu Pimpinan KPK - 24 Jul 2008 | 20:35 WIB
Subsidi Pertanian 2009 Bakal Naik - 24 Jul 2008 | 20:17 WIB
Keluarga Yakin Jika Nanik Dibunuh Ryan - 24 Jul 2008 | 20:07 WIB
Djoko Suprapto Masih Jalani Pemeriksaan - 24 Jul 2008 | 19:54 WIB
BLT Bojonegoro Dicairkan Besok - 24 Jul 2008 | 19:49 WIB
Pasangan Karsa Unggul di Jombang - 24 Jul 2008 | 19:34 WIB
Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count - 24 Jul 2008 | 19:27 WIB
Kasus Alih Kawasan BSD Diselidiki - 24 Jul 2008 | 19:15 WIB
Dada Janji Bangun Stadion Persib - 24 Jul 2008 | 19:14 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data