Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 03/XXXI/18 - 24 Maret 2002
   
Monitor

Akbar Sepatutnya Mundur

Meski Akbar Tandjung telah ditahan, mayoritas responden menuntut pembentukan pansus Bulog di DPR. Kalau terbukti melakukan korupsi, Golkar pun harus bubar.

DI tingkat elite, mungkin politik cuma adu kekuatan mayoritas. Namun, di tingkat bawah, politik tak berbeda dengan suara tokek: bisa berarti ya, bisa pula tidak. Itulah yang terjadi dengan proses politik pembentukan panitia khusus (pansus) di DPR untuk menyelidiki kasus korupsi dana nonbujeter Bulog sebesar Rp 54,6 miliar.

Kamis dua pekan lalu, keputusan pembentukan pansus kasus Bulog II, yang melibatkan Ketua DPR Akbar Tandjung, tertunda. Gara-garanya, kekuatan yang pro-pansus dan anti-pansus sama kuat. Penundaan ini bisa pula menyiratkan tanda penggembosan hasrat membentuk pansus.

Bersamaan dengan itu, ternyata Akbar Tandjung ditahan oleh Kejaksaan Agung. Dengan aksi hukum yang konkret itu, masih perlukah pansus kasus Bulog II dibentuk? Apalagi kejadian pengembalian uang dalam kasus korupsi dana nonbujeter itu mengesankan adanya kebohongan publik? Memang, DPR baru Senin pekan ini memutuskan masalah tersebut.

Ternyata sebagian besar responden TEMPO sepakat bahwa DPR harus tetap membentuk pansus. Pengusutan kasus dana nonbujeter Bulog lewat pansus dianggap akan lebih transparan. Mereka justru mengkhawatirkan penyelesaian lewat jalur hukum, yang diduga bakal menghunjam rasa keadilan masyarakat.

Namun, sebagian responden (39 persen) berpendapat tak perlu lagi ada pansus. Alasannya, proses pansus hanya akan membuang-buang uang negara. Boleh jadi itu bukan lantaran pansus tak perlu, tapi lebih karena permainan politik di DPR.

Yang jelas, hampir semua responden bersuara kor bahwa Akbar Tandjung tak patut lagi menjabat Ketua DPR, sehingga harus meletakkan jabatan itu. Bagaimana mungkin mengelola lembaga tinggi negara dari dalam sel penjara? Kalau tidak, tentu daftar pejabat negara di Indonesia yang menjadi terdakwa kasus korupsi, bahkan ditahan, makin panjang.

Agung Rulianto




Setelah Kejaksaan Agung menahan Akbar Tandjung, masih perlukah pembentukan pansus Bulog di DPR?
Ya61%
Tidak39%
 
Jika ya, apa alasan Anda?*
Pengungkapan kasus ini akan lebih transparan48%
Jika temuan pansus dan penyidikan hukum hasilnya sama, bisa saling memperkuat41%
Penyelesaian hukum tak akan sesuai dengan rasa keadilan masyarakat39%
Upaya wakil rakyat dalam memberantas KKN31%
Penyelesaian politik berdampak lebih besar25%
Persamaan perlakuan terhadap kasus Bulog yang dulu melibatkan Abdurrahman Wahid12%
*Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban.
 
Jika tidak, apa alasan Anda?*
Hanya buang-buang duit negara47%
Penyelesaian secara hukum punya legalitas tinggi35%
Lobi Partai Golkar terlalu kuat27%
Aparat hukum sudah bekerja cukup baik25%
Memicu konflik baru di tingkat bawah (masyarakat)24%
Pelecehan terhadap proses hukum23%
*Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban.
 
Apakah Akbar Tandjung harus meletakkan jabatan Ketua DPR?
Ya91%
Tidak9%
 
Jika terbukti dana nonbujeter Bulog dipakai untuk kepentingan Golkar, apakah Golkar harus bubar atau setidaknya tak berhak ikut Pemilu 2004?
Ya67%
Tidak33%
 

Metodologi jajak pendapat :



  • Jajak pendapat ini dilakukan oleh Majalah TEMPO bekerja sama dengan Insight. Pengumpulan data dilakukan terhadap 522 responden di lima wilayah DKI pada 9-12 Maret 2002. Dengan jumlah responden tersebut, tingkat kesalahan penarikan sampel (sampling error) diperkirakan 5 persen. Penarikan sampel dikerjakan melalui metode acak bertingkat (multi-stages random sampling) dengan unit kelurahan, rukun tetangga, dan kepala keluarga. Pengumpulan data dilakukan lewat kombinasi antara wawancara tatap muka dan wawancara melalui telepon.

    Independent Market Research

    Tel: 5711740-41, 5703844-45 Fax: 5704974


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Pemerintah Diminta Naikkan Cukai Rokok - 25 Jul 2008 | 20:29 WIB
Trendi Berkampanye Secara Estafet - 25 Jul 2008 | 20:24 WIB
Kalla Minta Direksi Merpati Dirombak - 25 Jul 2008 | 19:34 WIB
Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data