|
Ibarat tunangan lama, keduanya akan dipertautkan lagi. Pemerintah kembali berencana menggabungkan PT Garuda Indonesia dan PT Merpati Nusantara. Keduanya akan menandatangani memorandum kesepakatan yang menandai dimulainya proses merger, pekan depan. Pada tahap awal, gabungan Garuda-Merpati akan berkonsentrasi pada aliansi di bidang pemasaran, operasi, perawatan teknik, dan keuangan.
Sejak dulu kondisi keuangan keduanya kurang menggembirakan. Merpati, misalnya, ketiban utang Rp 1,7 triliun. Untuk memperbaiki kesehatannya, maskapai yang banyak menerbangi jalur domestik itu butuh suntikan modal Rp 100 miliar. Setali tiga uang, Garuda juga memprihatinkan. Maskapai yang memiliki 42 pesawat ini menanggung pinjaman US$ 1,3 miliar. Dengan beban bunga 10 persen, setiap pesawat Garuda di atas kertas harus menjala keuntungan operasional Rp 100 juta sehari agar perusahaan bisa bertahan.
|