Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 46/XXXI/13 - 19 Januari 2003
   
Surat

Dipecat PT Jilsi

KAMI karyawan PT Jilsi Indonesia mendapat perlakuan sewenang-wenang dari direktur sekaligus pemilik. Tanggal 15 Oktober 2002, kami dipecat tanpa alasan yang jelas, tanpa didahului surat peringatan dan surat PHK. Setiap kali kami datang menanyakan surat PHK, kami selalu diusir dengan jawaban ?nanti? atau ?suka-suka saya kapan memberikan surat PHK?.

Persoalan diawali dengan keterlambatan gaji pada akhir September 2002. Waktu itu direktur/pemilik menjelaskan itu dikarenakan uang penjualan boneka belum diterima. Kalaupun sudah ada uang masuk, harus dipakai dulu untuk membayar bunga bank. Tapi, pada awal Oktober ada seorang karyawan senior yang melihat ternyata masih ada dana di rekening perusahaan sejumlah hampir Rp 300 juta. Dia lalu memberi tahu yang lain, termasuk saya. Direktur/pemilik marah besar, dan kami dipecat tanpa diberi kesempatan membela diri.

Sudah menjadi kebiasaan perusahaan memecat karyawan begitu saja tanpa alasan jelas dan tanpa memberi pesangon. Karyawan tidak pernah menandatangani surat kontrak kerja dan tidak pernah mendapat slip gaji. Bahkan, masih ada karyawan yang memperoleh gaji di bawah UMR, sekitar Rp 400 ribu sebulan. Sering karyawan yang bekerja lembur tidak diberi uang lembur. Tapi karyawan yang telat datang dipotong gajinya. Waktu hari raya Idul Fitri Desember 2001, karyawan yang tidak masuk di luar tanggal merah mendapat pemotongan gaji dengan alasan yang boleh mengambil cuti adalah yang sudah bekerja lebih dari satu tahun. Malah ada yang dipecat karena tidak masuk lebih dari dua hari libur.

R.R. HINDRARTI DEVI S.S.

Cinere, Depok


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
12/XXXVII/12 - 18 Mei 2008

 

Berita lainnya

Dua Tersangka Korupsi PT Pos Ditahan - 15 Mei 2008 | 22:13 WIB
Pemerintah Percepat Penurunan Bea Masuk 14 Produk Impor - 15 Mei 2008 | 21:50 WIB
Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi Tinggi - 15 Mei 2008 | 21:49 WIB
Bantuan Tunai Dibagikan 23 Mei - 15 Mei 2008 | 21:41 WIB
Akbar Tanjung Klaim Didekati Tiga Partai - 15 Mei 2008 | 20:40 WIB
Century Biliar Disegel Polisi - 15 Mei 2008 | 19:59 WIB
Empat PTN Bandung Siap Tampung Mahasiswa Baru - 15 Mei 2008 | 19:56 WIB
Redam Pandemi Flu Burung dengan Disinfektan - 15 Mei 2008 | 19:47 WIB
Bahasa Gorontalo Terancam Punah - 15 Mei 2008 | 19:44 WIB
Perempuan Bekerja Di Bandung Meningkat - 15 Mei 2008 | 19:38 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data