Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 50/XXXI/10 - 16 Februari 2003
   
Indikator

?Tenggulun-Serang? Menjepit Ba?asyir

Percayakah Anda bahwa Abu Bakar Ba?asyir merestui kasus pengeboman di Bali, seperti disampaikan Kapolri Da?i Bachtiar?
(31 Januari - 07 Februari 2003)
Ya
60.6%830
Tidak
35.9%491
Tidak tahu
3.5%48
Total100%1.369


POSISI Abu Bakar Ba?asyir kian sulit dan terjepit. Setelah Amrozi, Ali Gufron alias Muchlas, dan Ali Imron menjadi tersangka kasus pengeboman di Bali, keluarlah pengakuan bahwa Ba?asyir merestui aksi mereka dalam pertemuan di Solo. Kini giliran Imam Samudra alias Abdul Aziz angkat bicara. Repotnya, pengakuan orang Serang, Banten, ini idem dito. ?Ini termasuk pengakuan terbaru dari Imam dan tiga tersangka dari Tenggulun (Amrozi, Muchlas, dan Ali Imron?Red.),? ujar Qadhar Faisal, pengacara Imam, pekan lalu.

Serentet pengakuan itu jelas membikin Ba?asyir tambah mumet. Toh, ia bergeming dengan pengakuannya terdahulu: ?Tak ada pertemuan di Solo yang membahas pengeboman Bali.? Jurus lama?yang hingga kini belum jelas hasilnya?kembali dimainkan. Ba?asyir minta dikonfrontasikan dengan keempat tersangka bom Bali. Lewat pengacaranya, surat permohonan konfrontasi dilayangkan ke polisi, awal pekan lalu. Saat dikonfirmasi, Kepala Kepolisian RI Da?i Bachtiar kembali menegaskan perlunya langkah tersebut. ?Diatur teknisnya saja nanti,? katanya.

Soal keterangan siapa yang benar, Amrozi dan kawan-kawan atau Ba?asyir, semua orang mesti sabar menunggu. Kalaupun konfrontasi jadi benar dilakukan, itu masih belum cukup. Publik juga masih harus menunggu ketukan palu hakim. Sementara itu, menarik diungkap hasil jajak pendapat www.tempointeraktif.com. Ternyata 60,6 persen dari total 1.369 responden sudah mengetuk palu. Mereka percaya bahwa Abu Bakar Ba?asyir merestui kasus pengeboman di Bali, seperti disampaikan Kapolri Da?i Bachtiar. Sedangkan yang berpendapat
sebaliknya ada 35,9 persen.




Jajak Pendapat Pekan Depan: Haji Aji Mumpung. Itulah sebutan yang ramai-ramai diberikan kepada rombongan haji Wakil Presiden Hamzah Haz. Maklum, pada musim haji kali ini, Hamzah membawa puluhan anggota keluarganya untuk menunaikan rukun Islam kelima itu. Jumlah pastinya simpang-siur. Bila jumlahnya ditambah dengan pegawai sekretariat wakil presiden, ada yang bilang 60, 80, dan 107 orang. Tapi ada juga sumber yang menyebut angka 120 orang. Ini luar biasa.

Kepergian Hamzah bedol keluarga itu mengundang kritik. Mashadi, anggota Komisi Luar Negeri DPR, misalnya, menganggap Hamzah tak sensitif terhadap krisis ekonomi yang masih melilit negeri ini. ?Berapa biaya yang dihabiskan Wakil Presiden untuk berhaji kalau semua anak, istri, bahkan istri mudanya diajak berangkat haji?? kata Mashadi di kantornya pekan lalu.

Politikus Fraksi Reformasi itu menegaskan, Hamzah seharusnya lebih berkonsentrasi ke soal pemulihan krisis ekonomi di dalam negeri daripada menghambur-hamburkan dana untuk rombongan sebesar itu. Nah, dengan becermin pada kasus itu, sebuah pertanyaan layak diajukan, ?Pantaskah Hamzah Haz ramai-ramai menunaikan ibadah haji di tengah krisis ekonomi yang masih membelit negeri ini?? Apa pun jawaban Anda, suarakan www.tempointeraktif.com.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
20/XXXVII/07 - 13 Juli 2008

 

Berita lainnya

Isu Teroris Diduga Karena Persaingan Bisnis Wisata - 09 Jul 2008 | 08:40 WIB
Tujuh Anggota LPSK Diputuskan Lewat Voting - 09 Jul 2008 | 08:40 WIB
Buruh Khawatirkan Nasib Jam Lembur - 09 Jul 2008 | 08:24 WIB
Bupati Pasuruan Dilantik Pagi Ini - 09 Jul 2008 | 07:45 WIB
Terpidana Mati Dukun AS Siap Dieksekusi - 09 Jul 2008 | 07:39 WIB
Harga Minyak Turun, Bursa Saham Amerika Menguat - 09 Jul 2008 | 07:31 WIB
Warga Bali Pilih Gubernur Hari Ini - 09 Jul 2008 | 07:15 WIB
Polda Maluku Kerahkan 1.047 Personel Amankan Pemilihan Gubernur - 09 Jul 2008 | 06:57 WIB
Jawa Barat Tingkatkan Citra Sekolah Kejuruan - 09 Jul 2008 | 06:37 WIB
Impor Daging Selandia Baru Dihentikan - 09 Jul 2008 | 02:16 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data