Truk Berbahan Bakar Minyak Sayur |
Saat harga BBM melambung, berita ini sungguh menggembirakan. Charris Ford, 39 tahun, berhasil mengganti bahan bakar truk dieselnya dengan minyak sayur. Penggiat penggunaan energi alternatif dari Colorado, Amerika Serikat, ini mengubah sistem pengapian pada truknya agar sesuai dengan sifat minyak sayur. Menariknya, Ford mendapatkan minyak sayur gratis. Ia mengumpulkan minyak sayur bekas pakai dari pelbagai restoran cepat saji di Colorado. Jadi, "Perang untuk merebut minyak Irak sebenarnya tak perlu terjadi," ujar Ford, yang tak ada hubungannya dengan Henry Ford sang penemu cara produksi mobil secara massal.
Dari penelitian Ford, minyak sayur banyak mengandung molekul trigliserida tak jenuh. Trigliserida inilah yang akan menghasilkan energi kinetik bagi mesin truk. Molekul yang secara geometris berbentuk "e" ini, setelah bercampur dengan oksigen, dapat menghasilkan pembakaran yang hampir sempurna.
Selain memberi alternatif bahan bakar, teknologi yang dibuat Ford terbilang ramah lingkungan. Dibandingkan dengan solar, misalnya, penggunaan minyak sayur mengurangi efek rumah kaca hampir 100 persen. Selain itu, emisi gas beracun nitrogen dioksida (NO2) juga dapat direduksi hingga 75 persen. Bisa jadi, kelak mobil-mobil di dunia akan memanfaatkan teknologi temuannya. Soalnya, "Minyak sayur adalah energi yang dapat diperbarui," ujar Ford.
|