Empat Ratus Tersangka Loyalis Saddam Ditangkap |
INILAH operasi militer terbesar yang dilancarkan tentara Amerika Serikat di Irak sejak jatuhnya Bagdad, 9 April 2003. Mengerahkan pesawat tempur, pesawat pelumpuh tank, kapal patroli, dan peralatan militer lainnya, tentara AS menyerang Thuluya, kota di tepi Sungai Tigris, di utara Bagdad. Serangan berlabel Operation Peninsula Strike yang mulai dilancarkan sejak Selasa pekan lalu itu berhasil menangkap sekitar 400 tersangka pendukung mantan presiden Saddam Hussein.
Serangan masif itu dilancarkan karena AS mendapat informasi bahwa di kota antara Bagdad dan Tikrit (tempat kelahiran Saddam) itu masih bersembunyi banyak pendukung setia Saddam. Menurut Ahmad Chalabi, pemimpin oposisi Saddam, yang berkunjung ke AS awal pekan lalu, Saddam terlihat di Thuluya sebulan silam. Chalabi, yang dekat dengan Pentagon, juga memberikan informasi bahwa Saddam pernah menyatakan akan memberikan uang tunai total US$ 1,3 miliar kepada warga Irak yang berhasil membunuh tentara AS.
Terlepas dari dasar apa pun untuk menyerbu, yang jelas Peninsula Strike tak membuahkan target berarti: tak ada jejak Saddam dan senjata pemusnah massa. Sementara itu, di berbagai penjuru dunia, termasuk di AS dan Inggris, makin dipertanyakan keberadaan senjata pemusnah massa yang menjadi pembenar invasi AS ke Irak.
Bina Bektiati (The Washington Post, AFP, Reuters, The Guardian)
|