Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 43/XXXII/22 - 28 Desember 2003
   
Luar Negeri

Lintas Internasional

 

Afganistan

Bom Saat Musyawarah Loya Jirga

Pada Selasa pekan lalu, hari ketiga musyawarah Loya Jirga, majelis perwakilan tradisional Afganistan, tiga ledakan mengguncang Kabul, dekat departemen luar negeri. Beberapa pesawat tempur Amerika meninggalkan landasan udara di Bagram, sebelah utara Kabul, segera setelah ledakan terjadi, untuk kemudian mondar-mandir di udara. "Kekuatan teroris bertanggung jawab atas peristiwa ini," papar Jenderal Goetz Gliemeroth, Panglima Pasukan Bantuan Kemanan Internasional di Afganistan.

Afganistan tengah membahas konstitusi negaranya sesudah perang panjang. Musyawarah yang berlangsung sepekan lebih ini dihadiri tak kurang dari 500 anggota delegasi. Mereka adalah para mullah atau utusan yang datang mewakili daerahnya.

Prancis

Jilbab Dilarang

Mulai tahun ajaran baru, Prancis memberlakukan pe-larangan pemakaian jilbab atau penutup kepala bagi wanita muslim. Keputusan itu dikeluarkan oleh Presiden Jacques Chirac pekan silam. Chirac juga melarang penggunaan penutup kepala wanita atau biasa disebut yarmulka dan salib ukuran besar yang biasa dipakai kaum Nasrani di sekolah-sekolah negeri. "Tetap sekuler. Nanti akan ada undang-undang yang mengatur itu," ujar Chirac. Para pejabat khawatir muslimah Prancis terasing dari masyarakat sekuler.

Nepal

Demonstrasi Menentang Raja

Hampir 8.000 orang aktivis partai-partai politik besar di Nepal turun ke jalan di Kathmandu, Selasa pekan silam. Mereka menggelar demonstrasi untuk menentang Raja Gyanendra atas tindakannya membubarkan parlemen terpilih tahun lalu. Unjuk rasa dilakukan pada peringatan pembubaran sistem parlemen pertama Nepal pada 1960. Mendiang Raja Mahendra, ayah Gyanendra, melakukan pembubaran tersebut setelah menjalankan pemerintahan monarki absolut tanpa partai selama tiga dasawarsa.

Malaysia

Kaji Ulang ISA

Internal Security Act (ISA), undang-undang kontroversial yang berlaku di Malaysia selama ini, sebentar lagi agaknya akan dikaji ulang. Hal itu diungkapkan oleh Datuk Seri Dr. Rais Yatim, salah seorang pejabat di kantor perdana menteri. Kaji ulang dipandang perlu dilakukan agar ISA lebih sesuai dengan hak asasi manusia dengan pertimbangan nilai-nilai kehidupan masyarakat negara Timur.

Rais dan tim sudah mendapatkan masukan dari berbagai pihak untuk bahan kaji ulang. Salah satunya dari Suhakam atau Komisi Hak Asasi Manusia Malaysia dan Dewan Pengacara. "Akan memakan waktu. Tapi kita patut melakukannya," ujarnya, "Sejumlah standar dalam aturan hukum akan selalu disandarkan pada konteks check and balance dan pertimbangan keadilan dalam konteks keamanan Malaysia, bukan idealisme semata."

Israel

Natal Yasser Arafat

Keinginan pemimpin Palestina Yasser Arafat menghadiri perayaan Natal di Bethlehem agaknya tidak tercapai. Pemerintah Israel tegas-tegas melarangnya. Inilah larangan ketiga atas Arafat sejak dua tahun lalu. Saat larangan dikeluarkan, para pejabat Palestina sedang melakukan pembicaraan dengan pejabat Mesir untuk menghentikan serangan Israel.

Sejumlah petinggi Israel mengaku siap melakukan negosiasi dengan Palestina. Namun mereka juga mengancam akan melakukan tindakan sepihak jika jalan damai gagal. Wakil Perdana Menteri Ehud Olmert mendukung penarikan pasukan dari wilayah pendudukan. Tapi dia memperingatkan agar rakyatnya siap-siap menerima bila kesepakatan terjadi—walaupun itu pahit.

Pakistan

Percobaan Pembunuhan Musharraf

Sebuah bom meledak beberapa detik setelah rombongan limusin Presiden Pervez Musharraf melewati sebuah jembatan di Rawalpindi, Sabtu dua pekan silam. Agaknya peledakan bom tersebut menjadi terlambat akibat alat pengacak sinyal atau jammer yang dipasang di dalam mobil kepresidenan. "Untunglah ada cukup waktu beberapa detik sehingga Presiden bisa menyeberangi jembatan dan selamat dari celaka," papar salah seorang petinggi intelijen yang tak mau menyebutkan namanya. Inilah percobaan pembunuhan kedua bagi Musharraf. Disebut-sebut sejumlah aktivis garis keras berada di balik peristiwa itu.

Telni Rusmitantri (AP, AFP, Bernama, Reuters)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Pemerintah Diminta Naikkan Cukai Rokok - 25 Jul 2008 | 20:29 WIB
Trendi Berkampanye Secara Estafet - 25 Jul 2008 | 20:24 WIB
Kalla Minta Direksi Merpati Dirombak - 25 Jul 2008 | 19:34 WIB
Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data