Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 52/XXXII/23 - 29 Februari 2004
   
Album

Ki Warsino Sukasno, 84 Tahun

Ki Ngabehi Warsino Sukasno hampir saja dilupakan zaman. Meski sudah 68 tahun mengabdikan diri di dunia wayang kulit, namanya nyaris tak terdengar. Hidup Warsino pun jauh dari ingar-bingar kepopuleran: tinggal di rumahnya yang sederhana di Ngadirojo, desa terpencil di Wonogiri, Jawa Tengah. Padahal dari tangannya mengalir dalang hebat seperti Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom Suroto.

Nama Ki Warsino baru mencuat kembali setelah Presiden Megawati Soekarnoputri menganugerahkan Satya Lencana Kebudayaan kepada dalang berusia 84 tahun itu, Jumat dua pekan lalu. Jasa terbesar Warsino, kata Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata, I Gde Ardhika, adalah usahanya mempertahankan pakem-pakem seni pewayangan.

Di tangan Mbah Warsino, 4-5 wayang tokoh kera bisa dimainkan dengan liar, hidup, dan mempesona. Karena kehebatannya itulah mantan presiden Soekarno menjuluki dalang itu: Warsino Kethek (monyet).

Meski tak lagi mendalang, Warsino masih mengamati dunia pewayangan. Sesekali dia mengkritik dalang muda. "Mereka kebablasan," katanya sambil menunjuk contoh para dalang muda yang kerap meminta pesindennya berdiri untuk memikat perhatian penonton. "Saya tidak antikreasi. Saya tidak mau seni pedalangan ini jatuh menjadi karya seni murahan," kata Ki Warsino.

Imron Rosyid



Berpulangnya 'Provokator'

Mansour Fakih, 50 Tahun

Para penegak hak asasi manusia Indonesia kehilangan salah satu "provokatornya". Minggu, 15 Februari 2004, anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Mansour Fakih, berpulang ke Rahmatullah setelah sembilan hari bertarung melawan stroke di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta.

Mansour masuk ke rumah sakit pada 9 Februari lalu setelah terkena serangan otak. Penyakit yang sama pernah menyerangnya pada 1998. Namun dalam serangan kedua itu pembuluh darah di otaknya pecah. Kondisi itu membuat istrinya, Nena Lam'anah, dan dua putranya—Farabi Fakih, 22 tahun, dan Fariz Fakih, 19 tahun—pasrah dan akhirnya mengikhlaskan kepergian Direktur Institute for Social Transformation (Insist) itu. Satu per satu alat bantu di tubuhnya dicopot dan keluarga itu pasrah menunggu sampai detak jantungnya benar-benar terhenti pada Minggu pukul 24.00.

Pria yang lahir di Desa Kedung Gudel, Kecamatan Walikukun, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur ini memperoleh gelar master dan doktor di University of Massachusetts, Amerika Serikat. Namun perjalanan intelektualnya dimulai dari Jurusan Teologi dan Perbandingan Agama IAIN Syarif Hidayatullah di Jakarta.

Bergabung dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat seperti LP3ES, OXFAM, dan Insist, Mansour sering mengeluarkan kritik tajam terhadap konsep-konsep pembangunan. Dia juga pernah terpilih menjadi wakil Asia di Helsinki Process, forum internasional yang diprakarsai kementerian luar negeri Finlandia untuk mengatasi dampak globalisasi. Kritiknya soal reformasi sosial, globalisasi, dan pendidikan bertebaran di berbagai jurnal, koran, dan buku.

Heru C.N.



"Orang yang mencuri ayam atau kambing saja dihukum. Tapi orang yang salah mengelola uang negara tidak dihukum."

— Praktisi hukum Todung Mulya Lubis, Kamis pekan lalu, di Jakarta saat menanggapi usul eksaminasi publik terhadap kasus Akbar Tandjung.

"Anak saya sudah sedemikian sekarat, masih juga dibilang tidak apa-apa."

Ayuni, orang tua korban demam berdarah yang akhirnya harus kehilangan nyawa anaknya, Selasa pekan lalu, di Jakarta.



TEMPO DOELOE

23 Februari 1945

Tentara Amerika Serikat menduduki Iwo Jima, Jepang,

24 Februari 1868

Andrew Johnson menjadi Presiden Amerika Serikat pertama yang dipecat oleh Senat setempat.

25 Februari 1964

Cassius Clay atau yang dikenal sebagai Muhammad Ali tanpa diduga menganvaskan juara kelas berat Sonny Liston. Itulah awal kejayaan Ali.

25 Februari 1890

Penemu bom molotov yang juga mantan Menteri Luar Negeri Uni Soviet, Vlacheslav Mikhaylovich Skryabi, lahir di Kurkaka, Rusia.

26 Februari 1946

Pesawat Lucky Lady II membukukan rekor pertama keliling dunia nonstop. Pesawat itu butuh empat kali isi bahan bakar di udara dan menempuh 94 jam.

26 Februari 1993

Pada saat makan siang, sebuah bom meledak di tempat parkir gedung World Trade Center, New York, menewaskan enam orang dan melukai 1.000 orang.

27 Februari 1964

Pemerintah Italia setuju mengurangi kemiringan Menara Pisa, yang saat itu terancam ambruk.

28 Februari 1992

Kepopuleran Star Trek diabadikan dalam Museum Nasional Udara dan Angkasa di Washington, AS. Di museum itu disimpan berbagai pernik Star Trek, mulai dari kostum hingga kuping Mr. Spock. n


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Pemerintah Diminta Naikkan Cukai Rokok - 25 Jul 2008 | 20:29 WIB
Trendi Berkampanye Secara Estafet - 25 Jul 2008 | 20:24 WIB
Kalla Minta Direksi Merpati Dirombak - 25 Jul 2008 | 19:34 WIB
Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data