Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 52/XXXII/23 - 29 Februari 2004
   
Indikator

Vonis yang Melukai Rasa Keadilan

Menurut Anda, apakah vonis hakim Mahkamah Agung dalam kasus Akbar Tandjung memenuhi asas keadilan

13 Februari - 20 Februari 2004
Ya
0,76%48
Tidak
86,32%385
Tidak tahu
2,91%13
Total100%446

Minggu-minggu ini adalah milik Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung, setelah Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasinya. Dalam sidang yang hasilnya disampaikan Kamis dua pekan lalu, hakim agung menilai akbar tidak terbukti memperkaya diri sendiri serta menyalahgunakan kewenangannya.

Putusan ini menggugurkan vonis 3 tahun penjara dari pengadilan negeri dan pengadilan tinggi, yang menghukum Akbar bersalah dalam kasus dugaan penyelewengan dana nonbujeter Bulog Rp 40 miliar. Tak hanya itu. Vonis ini mengundang keprihatinan dan juga kecaman.

Aminuddin Zakaria, salah satu hakim pengadilan negeri yang memvonisnya bersalah, mengaku terpukul sehingga mengundurkan diri. Dan mayoritas peserta polling Tempo Interaktif berpendapat serupa. ”Putusan Mahkamah Agung tersebut telah melukai hati nurani masyarakat Indonesia,” kata Andi, warga Jakarta, salah satu responden polling Tempo Interaktif.

Banyak yang curiga bahwa campur tangan politik begitu kentara dalam kasus ini. Apalagi salah satu hakim memiliki pendapat berbeda dalam soal ini—tapi suaranya tak bisa mengubah empat hakim yang memilih untuk menerima kasasi yang membuat Akbar lolos dari jerat kasus korupsi itu. Responden yang lain mengatakan, vonis bebas ini secara tidak sadar telah mencuri harapan rakyat untuk melihat Indonesia yang bebas dari korupsi.




Indikator Pekan Ini:
Belum habis berita tentang flu burung (avian influenza), kini giliran demam berdarah dan banjir. Hingga minggu ini, Departemen Kesehatan mencatat ada 9.365 kasus demam berdarah dengan korban meninggal dunia 188 orang. Jumlah itu berasal dari data di 16 provinsi sampai Kamis siang pekan lalu.

Meledaknya kasus demam berdarah dan tingginya angka kematian dalam dua bulan terakhir ini membuat pemerintah mengumumkan penyakit yang virusnya dibawa oleh liur nyamuk Aedes aegypti itu sebagai kejadian luar biasa. Sebab, angka kasus penyakit ini dua kali lipat lebih besar dari periode yang sama tahun lalu.

Pertanyaannya: apakah respons pemerintah cukup memuaskan menangani terus meluasnya penyakit ini? Kami tunggu pendapat Anda di www.tempo.co.id.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Pemerintah Diminta Naikkan Cukai Rokok - 25 Jul 2008 | 20:29 WIB
Trendi Berkampanye Secara Estafet - 25 Jul 2008 | 20:24 WIB
Kalla Minta Direksi Merpati Dirombak - 25 Jul 2008 | 19:34 WIB
Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data