Mengintip Rapor Anak di Internet Berkat Internet, orang tua bisa mengontrol anaknya di sekolah. Mau bolos? Jangan coba-coba! |
Bocah-bocah lucu itu khusyuk berdoa. ”Amin...,” kata mereka serempak mengakhiri doa, mengikuti guru yang berdiri di depan kelas. ”Anak-anak, pelajaran kita hari ini menggambar. Ayo, keluarkan buku gambar dan krayonnya masing-masing,” perintah Bu Guru. Kelas taman bermain itu pun kembali berisik dengan teriakan dan celoteh.
Ribuan kilometer dari sana, di sebuah kota kecil di Wales, Ayu tersenyum. Matanya tak berkedip menatap layar komputer. Inilah saat-saat paling menyenangkan. Sambil mencari bahan riset di Internet, dia bisa mengintip Bella, anaknya, yang sedang belajar di kelas. Gambar di layar itu memang tidak terlalu jelas, patah-patah, dan bisu. Tapi itu lebih dari cukup. Ia bisa melepas kerinduan kepada Bella, yang sudah hampir setengah tahun dia tinggalkan untuk mengambil gelar magister di Inggris.
Berkat teknologi Internet, siaran langsung semacam itu dimungkinkan. Di ruang kelas taman bermain tadi cukup dipasang kamera web yang terhubung ke komputer. Dari komputer inilah gambar dikirimkan ke Internet. Orang tua yang ingin mengawasi anaknya dari jauh cukup mengklik situs sekolah, lalu mengakses bukan hanya gambar, tapi juga laporan guru, pekerjaan rumah, kurikulum, dan bahkan rapor anaknya.
Teknologi ini antara lain diterapkan di taman bermain Sekolah Islam Terpadu Fajar Hidayah di Kompleks Kota Wisata di Cibubur, Jawa Barat. Menurut Adek Almunir Rai, pengelola teknologi informasi di sekolah itu, mereka menggunakannya sejak 1999. Sayang, pada 2003, penggunaannya harus dihentikan karena persoalan teknis. ”Koneksi Internet di lokasi kami kurang bagus sehingga hubungan sering terputus,” kata Adek.
Maklumlah, untuk koneksi Internet, sekolah itu masih memakai sambungan telepon (dial-up) yang tidak stabil dan lambat. Adek berharap, pada tahun ajaran baru mendatang, saat sekolahnya sudah memakai koneksi Internet broadband yang lebih stabil, teknologi online itu bisa mereka aktifkan lagi.
Tayangan langsung dari kelas itu hanya salah satu dari kemajuan teknologi informasi yang bisa digunakan sekolah. Berkat teknologi Internet, kini sekolah bisa menjalin komunikasi lebih cepat dan akurat dengan orang tua murid. Inilah konsep dasar dari sekolah online.
Perkumpulan sekolah online yang sudah ada antara lain bisa dilihat di Sekolah Indonesia (www.sekolahindonesia.com) yang dikembangkan PT Mitra Edukasi Indonesia. Di situs ini bergabung empat sekolah dari Jabotabek dan satu dari Kalimantan Timur. Menurut Ade Hendra N., manajer di PT Mitra Edukasi Indonesia, mereka mengembangkan peranti lunak sistem informasi terpadu berbasis Internet untuk komunikasi sekolah dengan orang tua. Pengguna peranti ini antara lain Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 9 dan Sekolah Dasar Bakti Mulya 400, yang berlokasi di kawasan Pondok Indah, Jakarta.
Dengan peranti lunak itu, guru, murid, dan orang tua dapat melihat semua informasi mengenai sekolah dan kemajuan murid. Ingin tahu apakah dalam ulangan matematika pekan lalu si Upik benar mendapat nilai bagus seperti yang dia laporkan di rumah? Gampang, cukup klik, seketika akan terlihat nilai si anak, lengkap dengan nilai rata-rata kelas. Atau Anda curiga si Buyung membolos Jumat kemarin? Lagi-lagi tinggal klik karena semua laporan tersedia lengkap.
Untuk semua layanan tambahan itu, per murid dibebani biaya Rp 10 ribu-Rp 15 ribu. Ini tak terlalu mahal jika melihat kelas ekonomi orang tua murid yang sekolahnya tergabung di jaringan ini. Artis sinetron Mark Sungkar, misalnya, menyambut baik konsep sekolah online. ”Sangat membantu orang tua mengawasi anak-anaknya,” ujar Mark, yang dua anaknya bersekolah di di SMP Muhammadiyah 9 di Jalan Limau, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia mengaku sangat terbantu karena, di tengah kesibukan kerja, setiap saat bisa mengintip kemajuan anaknya di sekolah.
Begitupun, kemudahan teknologi ini belum tentu disambut hangat orang tua murid. Salah satu penyebabnya, banyak orang tua yang enggan berurusan dengan Internet. Inilah antara lain keluhan Habibullah, wakil kepala sekolah tempat anak Mark bersekolah. Kendala lain adalah terbatasnya sumber daya manusia. ”Susah kalau harus memperbarui nilai anak di situs setiap hari,” kata Habibullah.
Memang sayang jika teknologi itu akhirnya tak terpakai optimal gara-gara orang tua malas membuka Internet. Yang untung justru sekolah karena dengan gagah mereka bisa memasang tulisan ”Tersedia Fasilitas Online School” di brosur-brosur pendaftaran murid barunya, tak peduli fasilitas itu berfungsi penuh atau tidak.
Dody Hidayat
Cara Kerja Sekolah ’Online’
SekolahIndonesia.com adalah situs portal pendidikan yang dapat diakses oleh semua murid, orang tua murid, dan guru dari sekolah yang menjadi anggota jaringan ini. Semua aktivitas sekolah juga dapat diakses melalui jaringan Internet.
Pemasukan Data
Operator memasukkan semua data (nilai, absensi, perilaku) dan informasi tentang kegiatan sekolah tersebut ke pangkalan data SekolahIndonesia.com. Selain itu, ia membantu murid yang kesulitan mengakses datanya atau menjadi pendukung teknis, misalnya membantu murid yang lupa kata kunci untuk login.
Data
Diterima petugas dalam bentuk cetakan. Pemasukan data melalui formulir elektronik untuk direkam dalam pangkalan data. Ada data yang langsung di-upload (dimasukkan untuk ditampilkan) ke situs, tapi ada juga data yang harus diproses lebih dulu.
Login dan Kata Kunci: Setiap murid, orang tuanya, dan guru mendapatkan nama pengguna dan kata kunci sebagai autentikasi keanggotaan.
Murid
Bisa mengakses informasi tentang nilai, absensi, dan perilaku. Ia dapat membandingkan nilai rata-rata tiap mata pelajarannya dengan nilai rata-rata di kelasnya. Tersedia jadwal pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler yang diikutinya, dan agenda pendidikan setahun.
Orang Tua
Hanya ada satu nama pengguna dan kata kunci. Orang tua dapat melihat informasi tentang anaknya, termasuk informasi sensitif yang tak bisa dibuka anak. Misalnya kasus yang menimpa anaknya atau kecurigaan guru akan kemungkinan penggunaan narkotik dan obat-obatan.
Guru
Dapat melihat jadwal mengajar, data anak didik, dan nilai. Ia juga dapat melihat ledger—daftar nilai anak keseluruhan di kelas—sehingga dengan mudah mengetahui prestasi anak didik atau peringkat murid di kelasnya.
Komunikasi
Selain tersedia e-mail dan forum diskusi, pengguna dapat mengirim pesan singkat ke pengumuman.
Interaksi
Link belajar secara mandiri dengan menjawab bank soal, mencari buku yang ada di perpustakaan sekolah, dan mencari informasi umum dan pendidikan.
’Logout’
Keluar
Fasilitas
Tiga unit komputer dan modem disediakan di setiap sekolah. Biaya akses Internet ditanggung PT Mitra Edukasi Indonesia. Tapi, untuk setiap sekolah, penggunaan per harinya dibatasi maksimal dua jam. Tiga unit itu:komputer pemasukan data,komputer di ruang kepala sekolah, dan komputer di ruang kepala yayasan.
Modem
Akses Internet menggunakan dial-up.
Laboratorium Komputer
Jika ada laboratorium komputer, jaringan lokal akan menghubungkan semua komputer sehingga lebih banyak komputer yang dapat mengakses situs SekolahIndonesia.com.
Jadwal
Yang tak memiliki akses Internet di rumah menggunakan komputer pemasukan data atau laboratorium komputer pada waktu istirahat dengan jadwal tertentu. Maksimal pemakaian Internet dua jam per hari.
Versi Cetakan
Sebagai cadangan, berupa lembaran laporan bulanan yang isinya sama dengan versi online dan dikirim via pos kepada orang tua.
|