Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 02/XXXIII/08 - 14 Maret 2004
   
Nasional

Musim Partai Jual Kecap

Kampanye pemilu dimulai Kamis ini. Pertarungan sejati akan terpusat di Jawa dan Bali.

MARKAS besar Partai Golkar di Slipi, Jakarta Barat, tampak cantik dan harum, dua pekan lalu. Ratusan selebriti berbagai usia memenuhi aula kantor pusat Partai Beringin ini. Jangan salah, mereka bukan lagi syuting sinetron. Kaum yang suka berdandan rapi dan trendi serta wangi ini datang untuk mengikuti pendidikan kilat sebagai juru kampanye partai pimpinan Akbar Tandjung itu. Pembicaranya sang ketua umum langsung, yang ngebet bertengger di kursi RI 1.

Jangan harap para pesohor itu duduk diam layak kader partai menerima pembekalan pemimpinnya. Sebab, di ruang ber-AC itu, ada yang lebih sibuk bersolek, ngerumpi, atau berponsel ria. Padahal yang disampaikan Akbar adalah pesan-pesan politik Golkar yang harus mereka teruskan melalui kampanye nanti. Tapi para juru kampanye cuek bebek.

Begitu pengarahan selesai, mereka menghambur keluar untuk meneken kontraknya sebagai juru kampanye. Pendidikan serupa akan berlanjut ke daerah-daerah.

Tampaknya Partai Golkar akan tampil abis dalam kampanye pemilu yang dimulai Kamis pekan ini. Selain enam calon presidennya yang akan ikut cuap-cuap, Golkar juga bakal dibantu sekitar 200 artis. "Tim ini akan all out untuk merebut kembali suara Golkar. Setidaknya 30 persen," kata Rully Chairul Azwar, sekretaris badan pemenangan pemilu Golkar.

Jumlah seleb yang terlibat memang tak kecil. Termasuk si jago ngebor Inul Daratista, Evie "Selamat Malam" Tamala, dan Alam si "Mbah Dukun". Juga para penyanyi old crack Ernie Djohan, Grace Simon, dan Lilis Suryani. Untuk mereka, Golkar menyiapkan hampir Rp 5 miliar.

Sejumlah tokoh sepuh Golkar seperti Harmoko juga akan tampil menjual "kecap" nomor satu. Bagi mereka, Golkar harus kembali berkibar, kalau bisa kayak di masa Orde Baru dulu. Maka mereka harus mati-matian memenangkan partainya—terutama dengan merebut pemilih potensial di Jawa dan Bali.

Dua pulau ini memang kuncinya. Dari 69 daerah pemilihan untuk DPR di seluruh Indonesia, 53 persennya berada di Jawa dan Bali. Sisanya tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Maluku. Di Jawa dan Balilah pertarungan yang sejati akan terjadi.

Tengok juru kampanye dan jadwal kampanye yang disetor sejumlah partai ke KPU. Misalnya PDIP, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri sendiri yang akan terjun ke sejumlah kota di Jawa Timur dan Tengah. Di Jawa Timur saja ia akan berkampanye di Surabaya, Malang, Bojonegoro/Tuban, Madura, Jember, dan Madiun. Guruh Sukarno Putra dan Sekjen PDIP Sutjipto bakal menyertainya.

Juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional Amien Rais. Selama tiga pekan kampanye, 14 hari pertama akan digunakan Amien di Jawa dan Bali. Ia disertai, antara lain, mantan Menteri Keuangan Bambang Sudibyo, mantan Asisten Sosial Politik ABRI Soewarno Adiwidjojo, dan salah satu calon legislator partai ter sebut, Joko Susilo.

Tak mau kalah, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono juga siap bertarung di arena yang sama. SBY akan ditemani istrinya, Ani Bambang Yudhoyono, Sys N.S., mantan Menteri Penertiban Aparatur Negara T.B. Silalahi, J.E. Habibie, aktor Roy Marten, mantan Putri Indonesia Angelina Sondakh, dan artis Anna Tairas.

Panggung kampanye juga akan diramaikan Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut. Pekan pertama, sang putri sulung mantan presiden Soeharto bakal menyambangi Surabaya, Pamekasan, Jember, dan Kediri. Wakil Presiden Hamzah Haz yang Ketua Umum PPP dijadwalkan pula berkiprah di wilayah yang sama.

Bagaimana Partai Kebangkitan Bangsa? Partai yang mengakar di Jawa Timur dan Jawa Tengah ini akan memasang Abdurrahman Wahid sebagai motor kampanye. Selain diiringi politikus PKB, Gus Dur tentu akan didampingi kiai-kiai Nahdlatul Ulama.

Tumplek-bleknya pesohor di satu kawasan memang akan menarik perhatian publik. Suguhan tontonan bakal dibuat lebih meriah. Namun, menurut anggota KPU Mulyana W. Kusumah, kemungkinan konsentrasi massa cukup tinggi itu perlu diwaspadai benar. Apalagi banyak partai cenderung memakai kampanye pola lama: mengerahkan massa sebanyak-banyaknya. "Jika demikian, sebaiknya mereka melapor ke kepolisian seperti yang diatur undang-undang…. Ini juga akan mempermudah pengaturan."

Partai-partai boleh saling sikut, tapi yang sudah pasti "memenangi" uang adalah para selebriti.

Widiarsi Agustina


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
20/XXXVII/07 - 13 Juli 2008

 

Berita lainnya

40 Napi LP Krobokan Ikut Mencoblos - 09 Jul 2008 | 10:49 WIB
Warga Padangpanjang Pilih Wali Kota - 09 Jul 2008 | 09:17 WIB
Pastika Cuma Mengantar Keluarga - 09 Jul 2008 | 09:05 WIB
Isu Teroris Diduga Karena Persaingan Bisnis Wisata - 09 Jul 2008 | 08:40 WIB
Tujuh Anggota LPSK Diputuskan Lewat Voting - 09 Jul 2008 | 08:40 WIB
Buruh Khawatirkan Nasib Jam Lembur - 09 Jul 2008 | 08:24 WIB
Bupati Pasuruan Dilantik Pagi Ini - 09 Jul 2008 | 07:45 WIB
Terpidana Mati Dukun AS Siap Dieksekusi - 09 Jul 2008 | 07:39 WIB
Harga Minyak Turun, Bursa Saham Amerika Menguat - 09 Jul 2008 | 07:31 WIB
Warga Bali Pilih Gubernur Hari Ini - 09 Jul 2008 | 07:15 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data