|
|
| |
Edisi. 21/XXXIII/19 - 25 Juli 2004
|
|
Tak Mudah Menjerat Puteh
Tanpa upaya paksa, Abdullah Puteh datang dan diperiksa sebagai tersangka. Menunggu presiden mengolah bola.
|
|
Saling Sikut Saudara Kandung
KPU membonsai kewenangan Panwaslu. Mereka saling tuding bikin pelanggaran, di pusat dan daerah.
|
|
Pengisi Kocek Para Kandidat
Pasangan SBY-Kalla banyak disumbang pengusaha Makassar. Mega-Hasyim mengandalkan perusahaan besar. Ada yang tak menyumbang tapi namanya tertera.
|
|
Golput: Protes, Salah Coblos, Malas
Jumlah pemilih yang tidak mencoblos pada pemilu presiden ronde pertama cukup besar. Diduga akan bertambah di ronde kedua. Pemilih Amien penyumbang terbesar?
|
|
Lancung Suara di Ma'had
Komisi Pemilihan Umum memutuskan mengulang pemilu presiden di Pondok Pesantren Al-Zaytun. Ditemukan ratusan kartu pemilih ganda minus surat keterangan pindah tempat memilih.
|
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

|
|
| |
|
|
|
|