Susilo Bambang Yudhoyono, 55 tahun |
Susilo Bambang Yudhoyono sejak Sabtu pekan lalu berhak mencantumkan gelar doktor di depan namanya. Calon Presiden RI kelahiran Pacitan itu lulus dalam sidang ujian terbuka yang diselenggarakan di ruang auditorium Institut Pertanian Bogor (IPB). Dalam sidang itu, SBY menyampaikan disertasi berjudul "Pembangunan Pertanian dan Pedesaan sebagai Upaya Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran: Analisis Ekonomi Politik Kebijakan Fiskal".
Ini adalah ujian kedua bagi SBY dalam meraih gelar doktornya. Sebelumnya, pada 18 September lalu, ia dinyatakan lulus dalam ujian tertutup. Ketika itu, SBY dihadapkan pada enam penguji, termasuk Prof. Dr. Ir. Bunasor Sanim, M.Sc., pembimbingnya. Ia lulus dengan indeks prestasi 3,91.
SBY menjadi mahasiswa program pascasarjana IPB sejak 2001. Sebelum kuliah, SBY mengaku telah punya gambaran untuk disertasinya. "Saya tertarik pada pembangunan pertanian dan pedesaan untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Untuk itu, saya gunakan konteks analisis ekonomi politik kebijakan fiskal, karena hal itu saya kuasai," katanya.
Jenderal yang dikenal rajin membaca ini meraih gelar master of arts dari Webster University, AS, pada 1991. Gelar itu didapatnya saat ia menjalani pendidikan Command and General Staff di Negeri Abang Sam itu.
Ulang Tahun
Sitor Situmorang, 80 tahun
Penyair Sitor Situmorang mendapat kado istimewa dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada usianya yang ke-80. Jumat dan Sabtu pekan lalu, bertepatan dengan tanggal kelahirannya, 2 Oktober, DKJ menggelar acara "80 Tahun Sitor Situmorang." Acara itu antara lain berisi peluncuran dan diskusi buku Malam Sutera dan Revolusioner, yang berisi kumpulan puisi dan esai karyanya. Sejumlah penyair yang juga sahabatnya tampak hadir, antara lain W.S. Rendra, Radhar Panca Dahana, dan Abdul Hadi W.M.
Sitor adalah salah satu penyair penting dalam peta sastra Indonesia. Ia seangkatan dengan Pramoedya Ananta Toer, salah satu pengarang Indonesia terkemuka.
Dilahirkan di Samosir pada 2 Oktober 1924, pada 1943 Sitor menjadi Pemimpin Redaksi Suara Nasional, harian yang terbit di Sibolga. Selain itu, ia pernah menjadi koresponden harian Waspada di Medan. Sebagai wartawan, ia kerap meliput peristiwa penting, termasuk Konferensi Federal di Bandung pada 1947.
Tapi bidang sastra lebih menarik hatinya ketimbang menjadi wartawan. Prosa dan puisinya kerap muncul di beragam media. Pada 1959-1965, Sitor memimpin Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN), yang bernaung di bawah Partai Nasional Indonesia.
Aktivitasnya di LKN ini membuat ia terkena imbas pertikaian politik pada 1965-an. Oleh rezim Orde Baru, ia dijebloskan ke Penjara Salemba selama delapan tahun tanpa proses peradilan. Pada 1981 bapak tujuh anak ini menjadi dosen di Universitas Leiden dan pensiun pada 1991. Kendati sudah 80 tahun, Sitor tetap energetik dan periang. Dari tangannya masih terus mengalir puisi. "Saya menjadi segar jika mendengar orang membaca puisi," katanya.
"Ini tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar. LSM jangan bermain isu. Kalau memang ada bukti, Dephan akan menindak tegas pelakunya."
—Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan Mayjen Sudrajat, Selasa pekan lalu, meminta lembaga kemanusiaan Internasional Human Rights Watch memberikan bukti adanya penyiksaan tahanan GAM oleh TNI dan polisi seperti yang mereka nyatakan.
"Karena saya tidak, ya, saya akan pulang kampung saja, angon bebek (menggembalakan bebek)."
—Jenderal Bibit Waluyo, Senin pekan lalu, mengomentari pemberhentian dan tidak diperpanjangnya masa dinasnya sebagai Panglima Kostrad sampai penggantinya ditunjuk.
TEMPO DOELOE
4 Oktober 1957
Uni Soviet meluncurkan Sputnik, satelit pertama buatan manusia. Benda berbobot 83,4 kg dengan diameter 56 cm ini mengangkasa dengan kecepatan 29 ribu kilometer per jam. Tugas Sputnik adalah memancarkan gelombang radio dari bumi ke seluruh penjuru jagat.
5 Oktober 1989
Pemimpin religius Tibet, Dalai Lama, mendapat ha-diah Nobel untuk Perdamaian karena perjuangan tanpa kekerasan yang dia galang untuk penjajahan Cina di Tibet.
6 Oktober 1973
Serangan gabungan pasukan Mesir dan Suriah ke Israel pada hari suci Yahudi Yom Kippur meningkatkan ketegangan antara blok Barat yang dipimpin Amerika dan blok Timur pimpinan Uni Soviet. Inilah ketegangan serius pertama kedua blok sejak krisis peluru kendali Kuba pada 1962.
7 Oktober 1985
Sekelompok warga Palestina membajak kapal pesiar Italia, Achille Lauro, dengan 400 lebih penumpang dan awaknya. Mereka menuntut pembebasan para pejuang Palestina yang ditahan pemerintah Israel.
8 Oktober 1970
Sastrawan Rusia Aleksandr Solzhenitsyn meraih Nobel Bidang Sastra. Solzhenitsyn adalah sastrawan pembangkang yang kemudian diasingkan oleh pemerintah Uni Soviet ke kamp di Asiatik, Rusia.
9 Oktober 1967
Ernesto Guevara de la Serna atau lebih dikenal sebagai "Che" Guevara dihukum mati oleh tentara Bolivia.
10 Oktober 1943
Chiang Kai-shek dilantik sebagai Presiden Republik Rakyat Cina.
|