Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 34/XXXIII/18 - 24 Oktober 2004
   
Ekonomi dan Bisnis

Formula di Belakang Nol Koma

TAK seperti harga minyak mentah, yang ditentukan dalam kesepakatan produksi negara-negara OPEC, harga gas diatur dalam satu formula. Satu kontrak satu formula. Ada beberapa alasan formula dipakai menentukan harga gas. Karena sifat komoditasnya, kontrak gas berjangka panjang perlu dilindungi dari fluktuasi yang terlalu besar.

Formula itu mengacu pada harga pasar minyak mentah (X), yang biasanya dikalikan dengan koefisien (b) yang selalu lebih kecil dari satu, agar harganya tak melonjak melebihi harga minyak mentah sebagai bahan bakar utama. Jadi, meskipun angkanya di belakang nol koma sekian, tetap menentukan hasil akhir yang diterima produsen.

Terakhir ada nilai "penyeimbang" tertentu untuk mencegah harga gas jatuh dari level tertentu (a). Lalu harga LNG (Y) didapat dengan cara sederhana, yakni Y = a + bX. Selain itu, ada harga FOB (free on board) alias harga di pelabuhan produsen, ada pula importir yang terima beres di pelabuhan mereka dan memilih skema CIF (cost, insurance, freight).

Dalam negosiasi gas Tangguh, ternyata Cina berhasil mengatur acuan harga minyak maksimal US$ 25 per barel. Artinya, berapa pun tingginya harga minyak hari ini, maksimal dikalikan US$ 25 per barel. Adapun Eropa dan Amerika, selain memakai acuan minyak mentah, juga memakai bahan tambang lain seperti batu bara, BBM, bahkan harga listrik dan inflasi, dalam formulanya. Amerika juga sering memakai acuan Henry Hub.

Jepang sampai sekarang membayar gas alam impornya US$ 1 lebih tinggi dibanding Eropa dan Amerika, karena harga minyak mentah yang mereka beli lewat kontrak jangka panjang dari Timur Tengah lebih tinggi daripada dua kawasan itu.

I G.G. Maha Adi (dari berbagai sumber)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
Dua Desa di Parigi Terendam Banjir - 25 Jul 2008 | 18:41 WIB
Meski Kemarau, Kalimantan Tengah Diguyur Hujan - 25 Jul 2008 | 18:33 WIB
BPK Puas pada Laporan Keuangan Badan Intelijen - 25 Jul 2008 | 18:31 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data