Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 36/XXXIII/01 - 7 November 2004
   
Inovasi

Inovasi

Vaksin Tahan Lama

Setiap tahun hampir 50 persen vaksin tak bisa dipakai karena kerusakan temperatur atau suhu. Tapi kini peneliti dari Cambridge Biostability Ltd. (CLB), Inggris, berhasil menemukan teknologi baru pembuatan vaksin tahan lama yang tak membutuhkan refrigerator (tempat pendingin).

Menurut badan kesehatan dunia, WHO, selama ini vaksin harus didinginkan untuk menjaga kesterilannya. Untuk pendinginan saja tiap tahun butuh biaya US$ 200 juta-300 juta. Nah, dengan teknologi baru ini, molekul vaksin dikeringkan menjadi butiran sebesar gula, lalu dimasukkan dalam tabung gelas kecil. Tiap butirannya masih berbentuk cair, namun bersifat lembam sehingga tidak memerlukan pendingin.

Vaksin ini baru akan bekerja setelah disuntikkan ke tubuh. Teknologi baru ini mengadaptasi pohon resurrection, yang mampu melindungi diri dengan cara mengeringkan diri dan bisa hidup kembali seratus tahun kemudian hanya dalam beberapa jam lewat rehidrasi.

Saat ini diperkirakan sekitar 2 juta anak-anak meninggal, meski sudah ada vaksin untuk pengobatannya, misalnya untuk cacar air. "Penemuan ini menjadi terobosan untuk menyalurkan vaksin ke negara berkembang," kata Dr. Stewart Tyson dari Departemen Pengembangan Internasional Inggris yang menyediakan dana US$ 1,7 juta untuk proyek ini.

Mesin Jet 747 di Ponsel

Sangat menjengkelkan bila saat kita berbicara tiba-tiba baterai ponsel kita habis. Tapi para peneliti Amerika Serikat tinggal selangkah lagi menerapkan baterai silikon yang diadaptasi dari teknologi turbin mesin jet Boeing 747. Dalam percobaannya, David Arnold dan Mark Allen dari Georgia Institute of Technology, Amerika Serikat, memutar lempengan magnet mini yang ditempatkan dengan sudut 45 derajat. Lempengan ini kemudian diputar menggunakan sistem rotasi, sama dengan mesin jet, sehingga tercipta energi listrik. Dalam percobaannya, putaran magnet menghasilkan tenaga 1,1 watt, yang sudah cukup untuk menjalankan ponsel atau penerima GPS. Untuk mencapai tenaga sebesar ini dibutuhkan 100 ribu putaran per menit (rpm), atau lebih cepat dari mesin mobil yang hanya 3.000 rpm. Berkat putaran yang cepat, listrik yang dihasilkan pun 10 kali lebih besar per volume dibandingkan dengan baterai lithium yang jamak digunakan saat ini. "Energi jet sangat efisien. Untuk pertama kalinya kami bisa membuat alat bertenaga besar dalam ukuran kecil," kata Allen.

Sensor Jantung di Celana Dalam

Antara jantung dan celana dalam memang tak ada hubungannya. Tapi kondisi jantung ternyata bisa dimonitor dari celana dalam. MyHeart, sebuah grup yang terdiri dari 33 perusahaan, termasuk vendor raksasa seperti Nokia, Philips, Vodafone, dan perusahaan farmasi Amerika Serikat, Medtronic dan Mayo Clinic, tengah mengembangkan prototipe monitor jantung mini dengan sensor yang dipasang pada pakaian dalam.

Pemasangan sensor di tempat sensitif ini akan memberi peringatan lebih dini sebelum si pemakai menderita serangan jantung atau stroke. Maklumlah, di sini banyak terdapat saraf yang berhubungan dengan detak jantung.

Sistem ini nantinya akan memonitor semua faktor penting penyebab serangan jantung (kardiovaskuler) seperti kesulitan tidur, stres, kelelahan. "Tujuan utama kami adalah menjaga pasien tetap dalam kondisi yang bagus dengan terus memonitor sinyal vital seperti elektrokardiogram," demikian mereka tulis di Newscientist.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
20/XXXVII/07 - 13 Juli 2008

 

Berita lainnya

Tujuh Pasangan Calon Gubernur Lampung Ditetapkan - 09 Jul 2008 | 11:38 WIB
Kalla akan Ambil Nomor Urut Peserta Pemilu - 09 Jul 2008 | 11:32 WIB
Menyuntik Tenaga Organizer - 09 Jul 2008 | 11:09 WIB
40 Napi LP Krobokan Ikut Mencoblos - 09 Jul 2008 | 10:49 WIB
Warga Padangpanjang Pilih Wali Kota - 09 Jul 2008 | 09:17 WIB
Pastika Cuma Mengantar Keluarga - 09 Jul 2008 | 09:05 WIB
Isu Teroris Diduga Karena Persaingan Bisnis Wisata - 09 Jul 2008 | 08:40 WIB
Tujuh Anggota LPSK Diputuskan Lewat Voting - 09 Jul 2008 | 08:40 WIB
Buruh Khawatirkan Nasib Jam Lembur - 09 Jul 2008 | 08:24 WIB
Bupati Pasuruan Dilantik Pagi Ini - 09 Jul 2008 | 07:45 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data