|
Meninggal
Haryadi B. Widyasa, 59 tahun
Di tengah gencarnya pengusutan kasus korupsi, korps kejaksaan Kamis pekan lalu kehilangan salah seorang jaksa mereka. Haryadi B. Widyasa SH, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, meninggal dunia setelah sekitar sepekan dirawat di RS Pertamina. Jenazah pria kelahiran Tanjungkarang ini dimakamkan di pemakaman Tanah Kusir, Jakarta.
Di kalangan para jaksa, Haryadi dikenal sosok pekerja keras. Sebelum menjabat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, ia adalah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (2001-2003). Salah satu perkara besar yang ditanganinya saat memegang jabatan ini adalah kasus dugaan korupsi senilai Rp 1,7 triliun pada tujuh yayasan yang melibatkan mantan presiden Soeharto.
Bapak tiga anak ini mengawali kariernya di kejaksaan sejak 1973. Sebelum masuk gedung bundar Kejaksaan Agung, Haryadi pernah bertugas sebagai jaksa di sejumlah daerah. Ia, misalnya, pernah menjadi jaksa di Bengkulu, Riau, Jambi, Belawan, dan Lampung. Jabatan terakhirnya sebelum berkantor di Kejaksaan Agung adalah Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.
"Ini bencana nasional, bicara kemanusiaanlah, kita lupakan segalanya dulu, apakah itu berkaitan dengan masalah permusuhan atau kaitannya dengan keinginan-keinginan lain."
Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Senin pekan lalu, meminta kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tidak mengacau dan memanfaatkan bencana di Aceh untuk kepentingan mereka.
"Sudah dalam kondisi begini, janganlah terdengar hal-hal berbau tak sedap, seperti penyunatan dan penyelewengan dana bantuan."
Ketua DPR Agung Laksono, Senin pekan lalu, meminta pemerintah mengawasi ketat semua bantuan untuk korban bencana alam di Aceh dan Sumatera Utara.
"Secepatnya, tidak menunggu proses pengadilan pidana. Jadi akan simultan."
Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Selasa pekan lalu, menyatakan akan segera mengajukan gugatan perdata terhadap PT Newmont Minahasa Raya. Pengajuan gugatan itu, kata Rachmat, dapat dilakukan bersamaan dengan proses pidana.
TEMPO DOELOE
3 Januari 1959
Hari ini, Presiden Amerika Serikat Eisenhower meresmikan penetapan Alaska sebagai negara bagian ke-49. Wilayah ini tercatat sebagai negara bagian terluas di Amerika.
4 Januari 1951
Gabungan pasukan Cina dan Korea Utara yang berhaluan komunis bersiap menyerbu masuk ke ibu kota Korea Selatan, Seoul. Pemerintahan nonkomunis Korea Selatan sudah memerintahkan evakuasi warga Seoul.
5 Januari 1957
Presiden Amerika Serikat mengumumkan rencana untuk bersikap lebih ”proaktif” menghadapi ketegangan di Timur Tengah. Rencana ini dikenal sebagai ”Doktrin Eisenhower” dan menempatkan Timur Tengah sebagai salah satu bagian wilayah Perang Dingin yang harus melibatkan pasukan Amerika.
6 Januari 1973
Sebuah mobil sedan Mercedes-Benz seri 770 K milik mantan diktator Jerman Adolf Hitler laku dengan harga US $ 153 ribu dalam sebuah lelang. Ini adalah harga tertinggi lelang mobil dalam sejarah saat itu.
7 Januari 1979
Pasukan Vietnam menduduki Phnom Penh, ibu kota Kamboja, dan menangkap pemimpin rezim Khmer Merah Pol Pot.
Dengan demikian berakhirlah kekuasaan rezim Pol Pot yang sangat brutal dan membunuh jutaan warganya sendiri.
8 Januari 1976
Pemimpin Republik Rakyat Cina Zhou Enlai wafat akibat penyakit kanker dalam usia 77 tahun. Zhou bersama-sama pemimpin besar Cina Mao Zedong mengantarkan revolusi komunis ke negerinya.
9 Januari 1768
Pertunjukan sirkus modern yang menampilkan badut, hewan-hewan lucu dan pintar digelar untuk pertama kalinya di London. Manajernya adalah Philip Astley, mantan sersan mayor tentara kerajaan.
|