|
Requiem untuk Aceh
Kematian berserak. Kita tahu, tangisan kerabat, tangisan orang-orang yang kehilangan sosok-sosok yang paling dicintai, tentu saja sebuah requiem?lagu kematian?yang paling universal. Majalah ini menyajikan sejumlah puisi, buah refleksi spontan dari para penyair Aceh dewasa ini, dan mencoba menangkap bagaimana Aceh?yang modern dan tradisional?merespons kematian, kesedihan, yang aromanya masih begitu pekat di kota-kota pesisir. Bagaimana sastra dan musik bersaksi atas rangkaian perpisahan tak terduga ini. Requiem untuk Aceh: kehidupan yang sekonyong-konyong menjadi puing-puing.
|