Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/XXXIII/17 - 23 Januari 2005
   
Indikator

Tekad Polisi Disangsikan

Yakinkah Anda polisi akan menyidik kasus pembunuhan oleh tersangka Adiguna Sutowo hingga tuntas?
(6 - 13 Januari 2005)
Ya
10.74%138
Tidak
80.99%1.105
Tidak tahu
3.27%42
Total100%1.285

Pergantian malam tahun baru 2005 diwarnai peristiwa pembunuhan Yohannes B. Natong, 28 tahun, pelayan Club and Lounge Fluid di Hotel Hilton, Jakarta Pusat. Rudy, panggilan Natong, ditembak tepat di pelipis kanan. Pelurunya tembus hingga ke leher kiri. Adiguna Sutowo, putra mantan Direktur Utama Pertamina (alm.) Ibnu Sutowo, menjadi tersangka pembunuhan tersebut.

Kepolisian pada awalnya ada kesan tak serius menangani kasus itu. Meskipun sudah dijadikan tersangka sejak awal, penyidikan terlihat sangat lamban. Untuk kasus pembunuhan dengan pelaku yang ?tertangkap basah? mestinya penyelesaian kasus ini tak berlarut-larut seperti sekarang.

Lambannya penanganan kasus ini membuat mahasiswa dan pemuda Flores yang tergabung dalam Forum Florete Flores menuntut Kepala Kepolisian Jakarta Inspektur Jenderal Firman Gani diberhentikan dari jabatannya. ?Dia tidak bisa menangani kasus pembunuhan Rudy dengan baik,? kata Edy Kalakoe, Ketua Forum. Benny K. Harman dari Fraksi Partai Demokrat yang turut mendampingi forum itu menambahkan bahwa kredibilitas kepolisian dipertaruhkan dalam kasus itu.

Sebagian besar responden jajak pendapat Tempo Interaktif juga sangsi. ?Seperti biasa, kepolisian kelihatan serius menangani kasus seperti ini jika media mengekspos, lalu seperti biasa kasus ini dibuat bertele-tele sampai media dan masyarakat dibuat bosan atau lupa terhadap kasus ini,? ujar Achmad Fikri Hidayat, responden di Jakarta.

Namun, Firman Gani memastikan bahwa kasus pembunuhan ini akan sampai ke tangan jaksa penuntut umum. Kita tunggu saja keseriusan polisi menangani kasus tersebut, apakah betul seperti dikatakan Firman Gani, ataukah dugaan masyarakat yang benar.

Indikator Pekan Ini: Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, anggota Paris Club menyetujui moratorium pembayaran utang kepada pemerintahan negara-negara penderita bencana tsunami. Indonesia, yang menderita kerusakan terparah dan tahun ini harus mengangsur cicilan utang pokok dan bunga sekitar Rp 50 triliun ke kelompok negara kreditor itu, tentu menanggapinya dengan serius.

Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan, pemerintah mengharapkan pada dua tahun mendatang bisa mendapatkan penundaan utang Rp 20-30 triliun. Hal yang sama diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Namun, seperti halnya pinjaman luar negeri, ada kekhawatiran penyerapan bantuan itu akan sangat terbatas. Sampai kini, masih ada sekitar US$ 3,8 miliar utang Indonesia ke Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia yang belum terserap.

Akibatnya, muncul keraguan pemanfaatan sisa anggaran tersebut untuk keperluan lain, terutama yang secara politis dan jangka pendek menguntungkan pemerintah. Yakinkah Anda, moratorium pembayaran utang kepada Indonesia akan benar-benar digunakan untuk pemulihan daerah bencana akibat tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara? Kami tunggu jawaban dan komentar Anda di www.tempointeraktif.com


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
20/XXXVII/07 - 13 Juli 2008

 

Berita lainnya

Suciwati Datangi Kejaksaan Agung - 09 Jul 2008 | 12:38 WIB
167 Kasus Kebakaran Terjadi Dalam 5 Bulan - 09 Jul 2008 | 12:22 WIB
KPU Banten Perpanjang Pendaftaran Calon DPD - 09 Jul 2008 | 12:10 WIB
Isu Teroris Tidak Mempengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Bukittinggi - 09 Jul 2008 | 12:02 WIB
Hari Ini Warga Maluku Pilih Gubernur - 09 Jul 2008 | 11:48 WIB
16 Traffic Light Mati Kemcetan Terjadi - 09 Jul 2008 | 11:43 WIB
Tujuh Pasangan Calon Gubernur Lampung Ditetapkan - 09 Jul 2008 | 11:38 WIB
Kalla akan Ambil Nomor Urut Peserta Pemilu - 09 Jul 2008 | 11:32 WIB
Menyuntik Tenaga Organizer - 09 Jul 2008 | 11:09 WIB
40 Napi LP Krobokan Ikut Mencoblos - 09 Jul 2008 | 10:49 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data