Dia yang Mencintai Angkasa itu Sebuah film yang megah sekaligus pilu tentang sosok Howard Hugh, seorang pengusaha besar dengan ratusan ide gila. |
THE AVIATOR
Sutradara: Martin Scorsese
Pemain: Leonardo DiCaprio, Cate Blanchett, Kate Beckinsale, Alec Baldwin, Jude Law
Angkasa Biru adalah singgasananya. Pesawat terbang adalah kekasihnya. Howard Hugh tidak dilahirkan untuk menjadi seorang pengusaha konvensional. Dia seorang lelaki "gila"dalam arti metafor sekaligus harfiahyang tak peduli berapa karung uang yang dilimpahkan untuk sebuah ide brilian: pesawat terbang yang bisa membawa penduduk AS keliling dunia.
Film ini dimulai ketika Hugh (Leonardo DiCaprio) remaja meloncat ke segala arah dengan ide brilian yang berbuih-buih yang membuat Noah Dietrich (John C. Reilly), akuntannya, pusing kepala. Segala keinginannya itu perlahan menggerogoti warisan perusahaan dan uang dari orang tuanya. Scorsese langsung memperkenalkan sosok Hugh yang sinting di tengah kesibukan memproduksi film Hell's Angel, sebuah film berlatar belakang Perang Dunia I yang melibatkan puluhan pesawat tempur. Dengan ambisi dan gelora remaja yang membludak, Hugh ngotot menginginkan dua kamera lagi (setelah perusahaannya memiliki 24 kamera film) untuk mampu merekam adegan sejumlah pesawat yang terbang bersilangan di langit biru itu. Para sesepuh Hollywood yang merasa terganggu dengan "anak ingusan dari Texas" yang cuma menggunakan "uang hasil minyak" orang tuanya menertawakan kegilaan itu. Mana ada produser yang cukup gila untuk menggunakan 26 kamera dalam satu film?
Itu belum apa-apa. Masih belum puas dengan adegan langit biru tanpa awan, Hugh menyewa seorang ahli cuacadengan membayarnya dua kali lipat gaji semulayang mampu membaca kapan awan akan muncul, agar kru film bisa langsung melesat ke kawasan dengan awan. Ini menjadi film termahal di zamannya. Dan Hugh kemudian menjadi anak emas Hollywood yang sinting, yang sukses, yang flamboyan, yang dibenci saingannya dan dipuja penggemarnya dan para wanita.
Semua perempuan, dari "yang sekadar lewat dan menggelepar karena disentuh ujung jarinya" hingga para diva seperti Jean Harlow (Gwen Stefani), Katherine Hepburn (Cate Blancett), hingga Ava Gardner (Kate Beckinsale), yang masing-masing memiliki karakter yang keras dan penuh pendirian. Tetapi, di balik seluruh hidup yang glamor, flamboyan, dan perjalanan menuju sukses dengan membeli perusahaan penerbangan komersial TWA yang membuat Pan Am kebat-kebit, Hugh selalu berhasil menyembunyikan satu kegilaan yang lebih harfiah: germophibic, tingkah laku obsesif-kompulsif terhadap kebersihan yang tumbuh subur sejak kecil, yang dipupuk oleh orang tuanya yang sangat protektif. Pada setiap kesempatan, Scorsese memperlihatkan sisi gelap ini dengan cara yang begitu menakutkan, mengerikan, dan sungguh menyedihkan. Dari rasa jijiknya hanya pada satu potong remah roti yang tersempil di jas seseorang hingga pada obsesinya untuk tidak minum dari gelas sembarangan. Kebiasaannya hanya menikmati susu langsung dari botol (dia anti-alkohol, anti-rokok, dan zat cair apa pun yang dianggap akan merusak tubuhnya) atau beratus-ratus kali menggilas tangannya pada saat membasuh tangan di kamar mandi adalah adegan-adegan yang menggerus hati dan memilukan. Dan hanya Scorsese yang bisa menunjukkan sisi gelap dalam pribadi sosok besar itu dengan brutal.
Obsesinya pada presisilihat bagaimana dia meneliti tubuh pesawat rancangannyahingga dia harus membelai setiap sayap dan pinggang pesawat seperti dia membelai kulit wanita sama sintingnya dengan obsesi dia pada presisi ukuran beha yang harus dikenakan bintang film yang bermain dalam film produksinya. Rancangan behayang memperlihatkan alur payudara yang montokuntuk aktris Jane Russel yang mengguncang Hollywood adalah "revolusi" bagi zaman konservatisme tahun 1930-an.
Tak mengherankan jika setengah hidupnya yang diabdikan untuk melontarkan ide-ide sinting itu kemudian harus dibayar dengan bermacam fitnah dari berbagai jurusan yang merasa terancam oleh ide-idenya yang "terlalu maju" untuk zamannya. Juan Trippe (Alec Baldwin) dari Pan Am akhirnya "membeli" Senator Brewster (Alan Alda) untuk melemparkan RUU yang menyatakan penerbangan internasional hanya bisa dilakukan satu penerbangan: Pan Am.
Bukan Hugh jika dia tidak melawan. Sejarah akhirnya menunjukkan bagaimana akhirnya TWA berhasil menjadi perusahaan penerbangan yang berhasil melintasi bumi. Tetapi itu semua terjadi pada saat Hugh tengah memerangi dirinya sendiri yang semakin lama semakin tenggelam dalam penyakit obsesif-kompulsifnya. Adegannya bertelanjang, mengurung diri di kamar dengan deretan botol susu yang berisi air kencingnya sendiri, adalah adegan paling brutal yang pernah dilahirkan seorang sineas.
Dari segi fisik, mungkin Leonardo DiCaprio bukanlah aktor paling tepat bagi sosok aviator, visioner yang flamboyan ini. Wajah remaja yang masih belum pupus itu sungguh jauh berbeda dengan ketampanan Howard Hugh yang sesungguhnya. Namun DiCaprio adalah seorang aktor sejati. Dia berhasil meniupkan roh itu. Scorsese berhasil menghidupkan gemilangnya sebuah masa, ketika seorang yang penuh ide brilian memimpikan semua orang bisa duduk di angkasa biru melintasi bumi. Academy Award sudah lama berutang pada Scorsese. Tahun ini, sudah waktunya sutradara ini menagih apa yang telah menjadi haknya.
Leila S. Chudori
|