|
Khasiat Teh Plus Chamomile
Pencinta minuman teh boleh bangga. Kenikmatan secangkir teh setiap hari memiliki manfaat luar biasa. Berdasarkan sebuah penelitian, teh dengan campuran bunga chamomile bisa melindungi tubuh dari serangan sejumlah penyakit, termasuk flu.
Penelitian itu dilakukan oleh sejumlah ahli dari Imperial College London di Inggris baru-baru ini. Dipimpin oleh Dr Elaine Holmes, mereka menganalisis urine 14 perempuan sehat yang biasa minum lima cangkir teh chamomile tiap hari selama dua minggu. Analisis dilakukan sebelum dan setelah dua pekan minum teh.
Sesudah minum teh, ternyata urine mereka mengandung hippurate, zat antiradang. Ketika para peserta berhenti minum teh, kadar hippurate tetap pada tingkat sama. Ini menunjukkan efek chamomile bisa bertahan lama. Karena hippurate juga mengubah bakteri yang hidup di perut, pemakaian jangka panjang akan bermanfaat baik. Yang jelas, zat yang ditemukan pada para peminum teh bisa menolong tubuh untuk memerangi flu. Teh juga menghasilkan kadar gliserin yang tinggi, yang bisa meringankan masalah kejang otot.
Sejauh ini diketahui chamomile bermanfaat sebagai zat antiradang, zat penawar, dan mengatasi masalah kulit. Para peneliti juga menegaskan, chamomile bisa bermanfaat sebagai antioksidan dan antimikrobial.
Kendati begitu, teh campur chamomile dapat mengakibatkan alergi pada sejumlah orang. "Chamomile juga bisa memicu masalah penyerapan zat besi dalam tubuh," kata Elaine Holmes. Jika efek samping itu bisa dihindari, teh rasa chamomile akan amat bermanfaat bagi tubuh Anda.
Mendeteksi Lewat Detak
Detak jantung bukan semata-mata sebuah tanda orang masih hidup. Iramanya juga bisa menunjukkan apakah ia mengalami gangguan kesehatan. Sebuah penelitian di Spanyol membuktikan, orang yang irama detak jantungnya tak teratur cenderung menderita sesak napas atau sleep apnea obstructive alias gangguan tidur.
Dipimpin oleh Dr Alberto Alonso-Fernandez, penelitian dilakukan terhadap 48 orang yang terdiri atas 21 pasien sesak napas saat tidur, 12 orang yang suka mengorok, dan 15 orang sehat. Pola tidur dan detak jantung mereka dimonitor selama 24 jam.
Hasilnya? Pasien sesak napas ternyata cenderung memiliki irama detak jantung tak beraturan. Jantung bekerja lebih cepat yang menunjukkan mereka tak mendapat cukup oksigen dalam darahnya. Mereka juga lebih sulit untuk tidur. Jika bisa terlelap pun mereka lebih sering mengalami mimpi buruk. Hal itu tak terjadi pada kelompok yang suka mengorok saat tidur atau mereka yang sehat.
Polusi Mengakibatkan Kanker
Hindarkan bayi Anda dari polusi udara. Jika tidak, kelak nasibnya bisa celaka. Paling tidak, inilah peringatan dari sejumlah peneliti dari University of Birmingham, Inggris, baru-baru ini. Dari sebuah penelitian, mereka menyimpulkan polusi bisa menyebabkan munculnya benih kanker pada bayi.
Menurut Profesor George Knox, salah seorang peneliti, studi dilakukan pada anak-anak yang lahir di daerah yang memiliki tingkat polusi udara yang tinggi di Inggris. Penyebabnya terutama asap kendaraan bermotor.
Ternyata, anak-anak yang lahir dalam radius 1 km dari pusat polusi kendaraan bermotor lebih rentan terkena penyakit kanker. Mereka bahkan memiliki risiko meninggal karena leukemia atau kanker lain 2-4 kali lebih besar dibanding anak-anak yang tidak tinggal di daerah tersebut.Umumnya mereka meninggal saat menginjak usia 16 tahun.
Polutan yang amat berbahaya berasal dari butadin dan karbon monoksida yang dihasilkan kendaraan bermotor. Knox percaya, zat berbahaya itu masuk lewat pernapasan ibu dan sampai kepada bayi melalui plasenta.
(Reuters/AFP/BBCNews)
|