|
Bush Membahayakan Dunia
Penduduk dunia menganggap Presiden Amerika Serikat George W. Bush membuat bumi ini kian berbahaya. Begitulah kesimpulan survei yang dilakukan BBC World Service terhadap 22 ribu orang di 21 negara. Hanya tiga negara, yakni India, Polandia, dan Filipina, yang berpendapat dunia menjadi lebih aman dengan kepemimpinan Bush periode kedua. Survei ini dilangsungkan sejak 15 November 2004 sampai 3 Januari 2005.
Prancis:
Pegawai Negeri Mogok Tiga Hari
Selama tiga hari berturut-turut pegawai negeri sipil Prancis mogok kerja. Mereka memprotes pemangkasan jumlah pegawai dan pemotongan upah. Aksi berskala nasional itu juga melibatkan para guru. Sekolah-sekolah pun "libur" mendadak. Protes yang dimulai pada Selasa pekan lalu membuat pasokan listrik berkurang hingga 10 persen. Tiga kereta api cepat berhenti beroperasi selama mogok nasional ini.
Pemerintahan konservatif Perdana Menteri Jean-Pierre Raffarin berkeras tak akan mundur dari program reformasi ekonomi yang dia canangkan. Pemerintah mengincar pertumbuhan ekonomi sebesar 2,5 persen pada 2005, dan menurunkan tingkat pengangguran dari 9,9 persen menjadi sekitar 9 persen. Sejalan dengan itu, pemerintah berusaha mempertahankan defisit pada tingkat yang ditetapkan Uni Eropa.
Jajak pendapat yang dilakukan pada Selasa lalu menunjukkan 65 persen warga Prancis mendukung protes. Menurut kalangan serikat pekerja, sikap publik beralih menentang kebijakan liberalisasi ekonomi pemerintah. Menurut rencana, aksi mogok kerja akan dilakukan lagi pada 5 Februari.
Inggris:
Penyiksa Tawanan Irak Diadili
Publik Inggris geger oleh pengadilan militer tiga tentara yang dituduh menyiksa tawanan Irak secara seksual. Beberapa foto sadistis akan menjadi bagian dari bukti dalam persidangan yang digelar di pangkalan militer Inggris di Jerman pada Kamis pekan lalu. Kekejaman mereka dinilai tak kalah dengan kasus yang melibatkan tentara Amerika Serikat di Penjara Abu Ghuraib, Irak.
Salah satu foto menunjukkan seorang tawanan sipil Irak diikat dan dimasukkan jaring kargo militer lalu digantung dengan truk forklift. Foto lainnya menunjukkan seorang tentara Inggris berdiri di atas tubuh seorang tawanan. Ada pula foto dua pria Irak telanjang yang dipaksa melakukan seks anal dan dua tawanan lain dipaksa melakukan seks oral.
Ketiga tentara, Kopral Daniel Kenyon, 33 tahun, Kopral Mark Cooley (23) dan Kopral Darren Larkin (30) berasal dari Resimen Infanteri yang ditempatkan di Basrah. Ketiganya menyatakan, penyiksaan yang mereka lakukan pada Mei 2003 itu adalah atas perintah dari atasan.
Amerika Serikat:
Saudi Bebas dari Tuduhan 11 September
Pengadilan Federal Amerika Serikat membebaskan Arab Saudi dari tuduhan membantu serangan 11 September 2001. Pada Rabu pekan lalu, hakim di Pengadilan Distrik New York, Richard Conway Casey, menyatakan, pihak penggugat, yakni kumpulan keluarga korban, tak bisa memberikan bukti yang meyakinkan untuk menggugat Saudi.
Pihak penggugat mengajukan sekitar 200 pejabat dan institusi Saudi ke pengadilan karena dianggap memberi dukungan material kepada para perencana serangan di menara kembar WTC di New York dan Pentagon di Washington yang menewaskan sekitar 3.000 orang. Nama-nama besar yang masuk dalam daftar tergugat adalah Pangeran Muhammad al-Faisal al-Saud, Menteri Pertahanan Sultan Ibn Abd al-Aziz al-Saud dan Duta Besar Saudi untuk Inggris, Pangeran Turki al-Faisal.
Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat Pangeran Bandar bin Sultan menyambut gembira putusan pengadilan itu. Dia menilai putusan itu konsisten dengan temuan-temuan dari Komisi 11 September di Amerika Serikat.
Irak:
Bom Mobil Tewaskan 16 Orang
Menjelang pemilihan umum di Irak bom mobil kembali mengguncang Bagdad. Aksi maut yang terjadi pada Rabu pekan lalu itu menewaskan 16 orang. Sumber dari militer Amerika Serikat malah menyebut 26 orang tewas. Pada hari yang sama, enam warga Irak meninggal akibat sebuah serangan yang tidak jelas dari mana asalnya.
Pihak militer Amerika Serikat mencurigai Abu Musab Zarqawi, warga Yordania, berada dibalik bom mobil itu. Dalam pernyataannya yang dimuat di internet, Zarqawi mengakui berada di balik sejumlah penculikan dan bom tersebut. Bom itu hasil kerja pasukan jihad yang bekerja sama dengan organisasi Al-Qaidah di Irakitu pernyataan Zarqawi di internet.
Menjelang pemilu yang direncanakan tanggal 30, aksi kekerasan dan pembunuhan meningkat di Irak. "Beberapa orang tak menginginkan kami hidup dalam perdamaian," kata Hussam Abdul Khaliq, seorang warga Bagdad.
Ukraina:
Mahkamah Agung Kukuhkan Kemenangan Yushchenko
Mahkamah Agung Ukraina akhirnya mengukuhkan kemenangan Viktor Yushchenko sebagai Presiden Ukraina setelah pemilu ulang dilangsungkan pada 26 Desember 2004. Pemilu ulang itu dilakukan kemenangan Perdana Menteri Viktor Yanukovych dalam pemilu pertama yang dianggap curang.
Yanukovych menolak hasil pemilu kedua ini dan melakukan upaya hukum untuk menggagalkan kemenangan Yuschenko. Namun, Mahkamah Agung Ukraina menolak permintaan Yanucovych pada akhir pekan lalu. Sekaligus memutuskan untuk mengukuhkan kemenangan Viktor Yuschenko.
Anatoly Yarema, hakim yang memimpin sidang di Mahkamah Agung, menegaskan Yushchenko sebagai pemenang mutlak dalam pemilihan. "Keputusan ini adalah final dan tak bisa digugat," kata Yarema. Massa pendukung Yushchenko yang menanti di gedung Mahkamah Agung langsung bersorak begitu keputusan itu diumumkan.
Somalia:
Pemerintah Kembali ke Mogadishu
Pemerintah Somalia di pe-ngasingan Kenya mengumumkan akan kembali ke Mogadishu akhir bulan ini. Sebagian pejabat pemerintah Rabu pekan lalu sudah mulai boyongan ke ibu kota negara itu dari Nairobi, Kenya. Perdana Menteri Somalia Ali Mohamed Gedi sendiri dijadwalkan memimpin anggota kabinetnya pindah pekan mendatang. "Memindahkan pemerintahan ke Somalia adalah sebuah keputusan politik," kata Yusuf Ismail, juru bicara Perdana Menteri Somalia.
Presiden Somalia Abdullahi Yusuf mencoba membawa kembali pemerintahan ke Mogadishu, akhir tahun silam. Rencana itu batal karena timbul perselisihan antaranggota kabinet. Somalia adalah negeri yang memerintah dari pengasingan sejak 1991. Pemimpin oposisi Mohamed Siad Barre berhasil menguasai negeri dengan luas 637 ribu kilometer persegi itu. Pemerintahan baru yang terbentuk setelah dua tahun bernegosiasi dengan pemberontak dijalankan dari Nairobi, ibu kota Kenya.
Republik Somalia berdiri 1 Juli tahun 1960. Republik itu merupakan gabungan Somaliland Protectorate di bawah kekuasaan Inggris dan Somaliland Italia yang dikuasai Italia di bawah mandat PBB. Somalia dijajah Inggris dan Italia sejak awal abad ke-19.
Yanto Mustofa, Johan Budi SP (BBC, CNN, Independent, NYT, AFP)
|