Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 48/XXXIII/24 - 30 Januari 2005
   
Seni Rupa

Patung, Bukan Patung

CP Artspace Galery, Jakarta, menyajikan pameran patung yang nonkonvesional.

Datanglah ke sebuah galeri di kawasan Harmoni. Sebuah pameran berjudul Sculpture Expanded. Sesuatu yang seolah-olah menyarankan karya-karya yang secara segar membelot dari idiom patung konvensional. Karya-karya yang menggelitik.

Tataplah karya Bunga Jeruk. Seekor kucing manis duduk di atas sebuah bantalan. Sekilas patung fiberglass itu seperti terbuat dari porselen atau pualam berwarna putih yang sangat elegan untuk hiasan ruang tamu Anda. Apakah ini seni rupa kontemporer? Ini pertanyaan yang sah. Bila "si meong" itu kita pajang di toko suvenir atau etalase salah satu mal di Jakarta, apakah mereka akan menganggapnya sebagai karya seni rupa mutakhir?

Kritikus Thomas Mcevilley pernah menyatakan bahwa dunia patung kini memasuki era "the age of doubt". Semenjak 1960-an, timbul gelombang baru seni yang menampik patokan-patokan estetika lama yang terlalu membedakan seni tinggi dan rendah. Maka, dimulailah suatu avonturisme dalam semua cabang seni menembus batas-batas klasik dan pop. Syahdan, ranah patung tercatat sebagai motor yang membuka kemungkinan-kemungkinan baru sehingga mampu meluaskan definisi patung sendiri.

Tahun-tahun belakangan ini, kehidupan seni patung di Yogya semakin marak, yang melahirkan karya-karya dari para seniman jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) yang tak berlatar belakang studi patung. Mereka adalah seniman kriya atau seni murni yang telah memberi warna lain pada eksperimentasi khazanah tiga dimensi. Bunga Jeruk, S. Teddy, dan Ugo Untoro adalah contoh perupa yang melukis di atas kanvas dan juga sering menuangkan ide dalam bentuk trimatra.

Pematung Anusapati yang menjadi kurator pameran ini berusaha menunjukkan perluasan itu. Ada yang bermain-main komposisi dengan benda umum; ada yang merangkai obyek-obyek dan ada yang tetap bertumpu pada craftmanship. The Odd Direction karya S. Teddy tampak bermain dengan tanda-tanda. Karya yang dipamerkan hanya sebuah tiang petunjuk dengan teks tertulis pada tiang yang menyangsikan sendiri arah itu.

Adakah karya-karya ini mampu memancing asosiasi pada taraf yang lebih dari sekadar fisikal? Memang tidak seluruhnya langsung mengena. Pada karya Bunga Jeruk, bila tak berjudul Frustrated Feline, tentu kita akan menganggapnya seperti sebuah hiasan belaka. Dengan tajuk seperti itu, maka kita melihat sesuatu yang berbeda, sebuah sisi sepi dari sang kucing.

Yang menarik adalah Yuli Prayitno berjudul Sweet Hot Hirst yang menampilkan dua bidang kaca tembus pandang dipenuhi baris-baris rapi cabai-cabai plastik aneka warna: jambon, ungu, hijau timun, kuning. Puitis. Tapi untuk karyanya, Toilet VIP, yang menampilkan sebuah kloset dihiasi aneka gambar kupu-kupu terasa klise. Kloset telah identik dengan karya Marcel Duchamp.

Karya yang paling menarik adalah karya Handiwirman yang menyajikan Fat; menampilkan dua bulatan besar berdiameter 120 cm terbuat dari tripleks dilapis berwarna cokelat muda. Pada titik tengah ada celah mengkerut seperti pusar atau jari kelingking yang muncul dari pusar. Sederhana, tapi seakan-akan jari itu tengah keluar mengilik-ngilik perut. Akan halnya karya Rudi Mantovani, Dua Sudut, menggunakan bidang rumput-rumputan plastik. Bidang itu digantung miring seolah pagar tanaman yang doyong.

Tentu saja, yang disajikan dalam pameran ini bukan karya-karya paling dahsyat dari para perupa ini. Anusapati selaku kurator tampaknya hanya ingin mengetengahkan keberagaman fenomena perluasan patung yang terjadi di Yogya.

Seno Joko Suyono


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
12/XXXVII/12 - 18 Mei 2008

 

Berita lainnya

Keluarga Masih Menunggu Kabar Meninggalnya Sophan Sophian - 17 Mei 2008 | 11:46 WIB
Politikus Sophan Sophian Dikabarkan Meninggal - 17 Mei 2008 | 11:42 WIB
PAN Usul Gaji Pejabat Dipotong 30 Persen - 17 Mei 2008 | 11:00 WIB
Assegaf: Putusan Pemberhentian Todung Tidak Sah - 17 Mei 2008 | 10:29 WIB
Koantas Bima Tabrak Pejalan Kaki - 17 Mei 2008 | 09:35 WIB
Catatan Kecil Reformasi - 17 Mei 2008 | 09:34 WIB
Pengeroyokan Taruna Akpol Dibawa Ke Peradilan Umum - 17 Mei 2008 | 09:30 WIB
Truk Kontainer Menabrak Pembatas Jalan - 17 Mei 2008 | 09:21 WIB
KPU Jawa Tengah Siap Pemilihan Dua Putaran - 17 Mei 2008 | 09:15 WIB
Arab Saudi Tingkatkan Produksi Minyak - 17 Mei 2008 | 09:00 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data