Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 49/XXXIII/31 Januari - 06 Februari 2005
   
Lingkungan

Curik Bali Made in Bandung

Mungkin lama-lama curik (Bali) di Indonesia sumbernya dari saya," kata Soehana Oetojo terkekeh. Dia mungkin bergurau. Tapi satu-satunya penangkar curik Bali yang mempunyai izin penangkaran komersial itu tidak asal bicara. Di tempat penangkarannya di Bandung, curik beranak-pinak hingga 115 ekor. Padahal di habitat aslinya, burung berkaca mata biru ini hanya teridentifikasi 5 ekor.

Kecintaannya pada curik ini membuat rumah Soehana lebih mirip pasar burung ketimbang rumah tinggal. Di rumahnya bertebaran puluhan kandang berukuran setengah meter hingga tiga meter. Dia bahkan merelakan satu ruangan di lantai dua dijadikan kandang. "Dalam satu kandang ada yang satu ekor, ada juga sampai enam ekor," katanya.

Ia memulai penangkaran sejak 1994. Sekarang, koleksi curiknya sudah ratusan ekor. Dan ini jelas bukan hobi murah. Tiap bulan ia harus merogoh kocek Rp 10 juta untuk membeli pakan seperti kroto, ulat Hong Kong, jangkrik, dan pisang. "Saya tidak bisa mundur lagi. Kalau berhenti, lalu curik diambil pemerintah dan ditempatkan di tempat yang saya tidak yakin terjamin, sangat sayang," katanya.

Karena koleksi curiknya terus bertambah, ia mulai menjual curik setelah mengubah izin penangkarannya menjadi izin penangkaran komersial. Tapi ini tidak berarti ia melepas curiknya ke sembarang orang. Jika ada yang berminat membeli, Soehana akan meneliti dengan cermat sang calon pemilik. Ia tak segan-segan mengecek latar belakang calon pembeli ke pedagang burung kenalannya. "Misalnya si A bener gak ngurus burungnya," katanya. Untuk yang serius pun masih dia saring dengan harga jual yang tinggi: Rp 7,5 juta-10 juta per ekor. "Kalau tidak serius, pasti mundur," katanya.

Ahmad Fikri (Bandung)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Hong Kong Wajibkan Label Produk Impor - 24 Jul 2008 | 20:46 WIB
DPR akan Bertemu Pimpinan KPK - 24 Jul 2008 | 20:35 WIB
Subsidi Pertanian 2009 Bakal Naik - 24 Jul 2008 | 20:17 WIB
Keluarga Yakin Jika Nanik Dibunuh Ryan - 24 Jul 2008 | 20:07 WIB
Djoko Suprapto Masih Jalani Pemeriksaan - 24 Jul 2008 | 19:54 WIB
BLT Bojonegoro Dicairkan Besok - 24 Jul 2008 | 19:49 WIB
Pasangan Karsa Unggul di Jombang - 24 Jul 2008 | 19:34 WIB
Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count - 24 Jul 2008 | 19:27 WIB
Kasus Alih Kawasan BSD Diselidiki - 24 Jul 2008 | 19:15 WIB
Dada Janji Bangun Stadion Persib - 24 Jul 2008 | 19:14 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data