Akhir Karier Komentator Itu |
Banyak tokoh politik di Filipina memulai kariernya dari dunia jurnalistik radio. Menjadi penyiar atau komentator sebuah stasiun radio, selain menjanjikan penghasilan, juga menjadi ajang memperkenalkan diri ke masyarakat, bekal kelak jika melangkah ke dunia politik. Nolli de Castro, Wakil Presiden Filipina, dulunya adalah seorang wartawan radio. Begitu pula beberapa gubernur maupun wali kota di Filipina, banyak yang pernah berkarier di radio.
Namun, ibarat bermain ular tangga, para penyiar atau komentator kadang naik, kadang pula menemui ajal akibat profesinya itu. Berikut sebagian cerita duka mereka.
Hampir 20 tahun penantian Helen Suede agar pembunuh kakak lelakinya, Eddie Suede, bisa ditangkap dan dihadapkan ke pengadilan. Namun, penantian itu, tak juga berujung hingga awal 2005. "Karena tidak ada saksi, maka polisi beralasan tidak ada yang bisa mereka perbuat," kata Helen kepada Tempo, menjelaskan belum terungkapnya pelaku penembakan kakaknya. Pembunuhan terhadap Eddie, seorang koordinator reporter dan pembawa acara obrolan malam di radio DYFM Bombo Radyo di Iloilo, terjadi pada 1 Juli 1985.
Saat kejadian penembakan, Eddie sedang makan malam di sebuah restoran di Iloilo bersama seorang calon reporter, Noel Teneso. Tiba-tiba beberapa orang bersenjata, mendatangi meja mereka dan melontarkan tembakan. Eddie dan Noel tersungkur menemui ajal.
Pembunuhan Eddie dan Noel diduga erat kaitannya dengan acara Eddie yang membongkar sindikat yang memanfaatkan Sistem Pelayanan Asuransi Pemerintah secara tidak benar.
Sang pembunuh ingin Ruel Edrinal tutup mulut untuk selamanya. Karenanya, lelaki berusia 45 tahun dengan tiga orang anak itu ditembak berkali-kali di mulutnya hingga tewas. Begitu pengakuan Mina Edrinal, istri korban. Ruel ditembak dua lelaki tak dikenal pukul 6 pagi, 11 Januari 2004, dalam perjalanannya ke stasiun radio DZRC-AM di Legazpi City. Setiap pagi Ruel yang juga pemilik penerbitan Bicol Metro News punya acara bincang-bincang yang kritis di radio tersebut, termasuk tentang politisi setempat, yang kemudian menjadi Gubernur Provinsi Albay, Al Francis Bichara.
"Dia menerima ancaman sebelum penembakan," kata Rowena Edrinal, anak Ruel. Menurut polisi, pelaku pembunuhan itu adalah Clarito Arizobal, salah seorang kriminal paling dicari di daerah tersebut. Hingga kini, pencarian belum membuahkan hasil. "Karena itu, kami menuntut polisi serius menangkap pelakunya," kata Rowena.
Sedikit melegakan bagi keluarga Elyseo "Ely" Binoya, komentator dari Radyo Natin di General Santos, Provinsi South Cotabato, yang tewas pada Juni 2004, ketika dua bulan kemudian dua pelaku pembunuhan tersebut menyerahkan diri.
Ely diduga dibunuh karena menyerang tiga teman Wali Kota General Santos, Teodorico Padernilla, melalui siaran radionya. Ketiga teman Wali Kota tersebut sebelumnya menyatakan tidak suka komentar Ely di radio yang kerap menyudutkan sang Wali Kota. Tiga peluru merenggut nyawa Ely, yang ditembakkan dua orang dari sepeda motor.
RFM
|